Jumat, 20 Januari 2012

Think Positively

Think Positively, susunan kata yang familiar buat kita. Sepertinya ringan tapi nyatanya tak semua orang bisa dengan mudah melakukan itu. Bagaimana dengan kita? Sudah kita selalu menerapkan hal tersebut dalam setiap kondisi? Think Prositively atau dalam bahasa arab disebut Husnudzan, kalo bahasa indonesianya itu berpikir positif.

Kenapa harus berpikir positif? Karena apa yang kita pikirkan maka itulah yang biasanya kita dapatkan, atau kita alami.

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Terkadang kita tidak menyadari hal itu. Coba kita ingat kembali hal-hal yang pernah terjadi dalam hidup kita. Sebagai contoh, ada dua orang pemuda dalam suatu universitas. Yang satu selalu berpikir positive. Dia yakin nilai ujian nya akan baik, karena sudah dilakukan sesuai usahanya, dan benar memang usahanya selama ini bukan main-main, belajar terus dengan giat. Dan pemuda yang satu lagi pun sama, begitu giat belajar. Namun dia tidak yakin dengan dirinya, dan akhirnya saat ujian banyak bertanya jawaban pada teman yang lain. Meski sudah banyak bertanya (bahasa kitanya nyontek), si pemuda ini masih saja tak yakin mendapatkan nilai yang baik. Dan Wallahu'alam yah, itu memang karena contekan nya tidak manjur atau salah nyontek, benar dia mendapatkan hasil ujian yang kurang baik. Dan pemuda yang satu lagi mendapatkan nilai yang baik.

Sudah jelas, hadits diatas mengatakan Allah itu mengikuti prasangka hambaNya. Banyak lagi hal yang kadang kita ga sadar. Coba deh remind, pasti pernah ada. Kita berpikir hal yang kurang baik dan ternyata itu terjadi. Ada kala nya juga kita berpikir yakin dan positif itu pun terjadi. Dan think positively efeknya bukan cuma untuk pribadi tapi juga ke orang sekitar kita. Contoh, waktu naik busway, seperti biasa harus ada kalanya rebutan tempat duduk (ini nih yang paling ga enak). Apalagi kalo udah cowok2 ga mau kalah ikut rebutan. Pasti kalo kita ga dapet, suka ngerasa ada unek2, ihh ini cowok bukan sih, ihh ini cowok kok ga mau kalah sama cewek ga malu banget sih, masa berdiri aja ga kuat, dll. Astaghfirullah, ga gitu juga. Coba berpikir positif deh, mungkin mereka ada masalah jadi lagi perlu duduk, atau mereka memang memiliki gangguan pada kaki nya jadi ga kuat lama berdiri, dsb deh. InsyaAllah unek-uneknya berkurang, dan kita bisa ikhlas dengan apa yang kita dapat.

Hhehee, dari sekarang coba kita terapkan untuk terus think positively yah kawan. Biar hati bisa lebih lega dan ikhlas dengan semua nya. Semoga bermanfaat :)

-Int-

0 comments:

Poskan Komentar