Selasa, 03 Januari 2012

Setangkai Mawar Merah

Ada apa dengan mawar merah? Meski bunga yang saya suka itu ::Anggrek Putih::, tapi kali ini saya ingin berbagi kisah, kisah nyata yang semoga kita bisa ambil hikmah dari kisah ini. Yah, kisah tentang ::Setangkai Mawar Merah::. Kalo kata lagu dangdut bunga mawar itu tanda cinta. Kalo kata anak ABG bunga mawar itu lambang cinta. Yowes, intinya mawar itu tentang cinta.

Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenanng. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuatan besar.

Penggalan tentang cinta dari Anis Mata. Sampai sekarang, mungkin saya yang tak mampu mengungkapkan makna cinta, atau memang saya yang belum tau apa itu cinta dan mengapa harus ada cinta. Banyak kisah cinta yang pernah saya dengar, pernah saya baca, pernah saya saksikan, dan mungkin saya alami. Mencintai karena Allah, itulah cinta yang sebenarnya. Dan baru benar-benar bisa dirasakan dengan merajut cinta bersama dia yang halal untuk cinta.

Kembali tentang ::Setangkai Mawar Merah::, bunga yang mungkin dijadikan kenangan indah seorang kaka yang sempat sharing tentang kisah cinta nya. Awalnya hanya ada cinta tak terbalas. Kebaikan yang di salah artikan untuk keuntungan sepihak. Bertepuk sebelah tangan, mungkin itu istilah keren nya. Bagaimana jika itu terjadi pada kita? Mundur? Marah pada cinta? Dendam kah kita pada cinta? Menyesal pada kebaikan yang sudah dilakukan? Hei, tapi kali ini tidak. Dia tetap berjuang untuk cinta, tidak mundur, tak sedikit pun marah atau dendam pada cinta. Tidak juga menyesali atas kebaikan yang telah dilakukannya. Berbuat baik bukan untuk mendapat imbalan, berbuat baik jangan disesali karena itu bukan ikhlas namanya. Cinta mengakui dulu apa yang dilakukan hal yang tak baik, memanfaatkan kebaikan nya. Tapi dia tetap tak mengurangi sedikitpun perjuangannya. Tetap baik pada cinta, ada disaat cinta membutuhkan, dan tak pernah dendam pada cinta. Ucapnya yang terpenting masih ada silaturahim diantara kita.

Ulang tahun, jadi momen spesial buat banyak orang. Begitu pun dengan dia, hari ini hari ulang tahun cinta. Jadi, apa yang mau dia berikan untuk cinta? Hmm, ternyata tak ada uang di dompet, dan dia berusaha meminjam uang pada adiknya, meski hanya 10rb. Kalo kita punya uang segitu, mau beli apa yah? :D. Setangkai Mawar Merah, itu hadiah darinya untuk cinta. Di toko kembang pinggir jalan, dan saat itu yang ada hanya pohon mawar dengan harga 15rb. Dimana satu pohon mawar merah itu ada 3 kembang. Dia mencoba menjelaskan pada abang penjual kembang ::saya beli satu tangkai saja yah pak, 10rb::. Entah bagaimana negosiasi berlanjut, mungkin karena melihat perjuangan pemuda itu, abang penjual kembang itu pun memberikan nya ::Setangkai Mawar Merah:: dengan harga 10rb. Rela juga memotong satu bunga dari pohon mawar seharga 15rb tadi (apa mungkin kasihan yah melihat pemuda itu).

Urusan bunga kelar, lalu bagaimana caranya bunga ini bisa sampai ke cinta? Uang sudah tak ada, tapi semangat masih ada. Meski jarak berpuluh kilometer harus ku tempur, yah tak apalah, nama nya juga berjuang. Tau apa yang dia lakukan? Mengayuh sepeda dari Jakarta Barat sampai ke Bekasi. Yang hanya duduk di bus saja bisa merasa lelah, gimana dia yang rela mengayuh sepeda untuk mengantar ::Setangkai Mawar Merah:: itu.

Luluh? Yah, tentu. Wanita mana yang tak luluh hatinya, ada pria yang mencintainya seperti dia. Tak kenal lelah dalam perjuangannya. Hanya ingin yang terbaik untuk cinta. Dan saat itu, hatinya terketuk, mungkin itu pesan dari Allah yang menujukkan bahwa dia adalah jodoh untuk cinta. Hingga akhirnya kehidupan mereka terus berlanjut hingga ikatan yang indah. Aku mencintai Allah, sehingga aku mencintai mu. Itu ungkapan cinta untuknya.

Hati manusia bisa luluh karena cinta. cintailah cinta karena Allah. Semua akan indah pada waktunya. Jangan pernah berharap balasan atas kebaikan kita dari manusia lain, tapi berharaplah hanya kepada Allah. Dendam marah putus asa, tak akan pernah menyelesaikan masalah. Batu pun lama-lama akan bolong, jika terus di tetesi air. #hikmah yang saya ambil dari kisah ini.

Wallahulam bisahawab.

-Int-

0 comments:

Poskan Komentar