Senin, 19 Januari 2015

Semester Akhir

Kegagalan di semester ini tidak boleh terulang lagi di semester berikutnya. Iya, semester akhir! Selamat datang semester akhir. Dan selamat tinggal semester tujuh :)

Perjuangan di dunia kampus sudah ku awali sejak Maret 2011 lalu, mungkin orang mengatakan bahwa aku lulus telat dari yang lain. Gpp. Karena bagi ku setiap diri kita memiliki jalan hidup masing-masing. Toh, kesuksesan dunia bukan tolak ukur seseorang itu bahagia di akhirat! Karena sejatinya kesuksesan baru akan kita ketahui kalau kita bisa berbahagia di akhirat, bukannya sengsara. *noted

Baiklah, diluar itu semua memang kuliah ku selesai tidak dalam waktu normal seperti orang-orang. Mungkin awal 2011 sampai akhir desember bukanlah waktu yang sedikit. Setidaknya, hal yang membuat ku percaya diri adalah apa yang aku kerjakan dimasa kuliah memang murni hasil perjuangan ku sendiri. Ga nyontek sama sekali dong :p
Jadi, berapapun IP nya, yaa itu lah hasil perjuangan ku. Dan perlu dicatat lagi ya Intan, bahwa penilaian di mata Allah jauh lebih berguna dibandingkan penilaian manusia entah itu diatas kertas, entah itu hanya kalimat tanpa makna! *noted

Tapi yaa Intan, tetap pelajarannya adalah harus lebih berusaha lagi agar semua mata kuliah semester akhir ini kamu lulus. hhehee. Jangan lupa, skripsinya di kelarin! 
 
Lalu bagaimana dengan semester akhir kehidupan kita? Apakah sudah banyak yang kita siapkan? Apakah sudah cukup bekal akhirat kita? 

Dan kita pun tak pernah tau, kapan sejatinya semester akhir kita di dunia ini. Karena itu, berbuatlah sebaik-baiknya. Menjadi pribadi yang lebih bermanfaat. Sertakan Allah selalu dalam niat kita. Kunci lainnya adalah niat dan ikhlas :)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 
Q. S Al-ń§ashr:18

Jadi? 
*mari merenungkan dengan apa yang telah diri perbuat*
Karena,,
Sekali anak manusia menulis, maka takkan pernah ia berhenti menulis sampai waktu hidupnya habis.
Dan hebatnya Allah adalah sekotor apapun tulisan manusia dalam lembar sebelumnya, Allah selalu menyediakan lembaran putih bersih yang baru untuk kita.



-int-

0 comments:

Poskan Komentar