Kamis, 19 Januari 2012

Mengapa Harus Islam (part1)

Islam berarti tunduk dan menyerah sepenuhnya kepada Allah SWT (arti secara etimologis). Sedangkan secara terminologis islam berarti membaca dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa (ramadhan) dan pergi haji jika mampu. Dimana islam adalah agama terakhir serta penyempurna dari ajaran-ajaran wahyu terdahulu yang keistimewaan-istimewaan nya dapat kita rasakan, saksikan dan kita alami jika kita benar-benar mengetahui, mengenal, memahami, mengkaji dan mengamalkannya.

...Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu... (Q. S Al-Maidah {5} : 3)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q.S Al-Anbiya {21} : 107)

Berdasarkan ayat tersebut jelas bagi kita islam adalah agama yang benar, menyempurnakan dan rahmat bagi alam semesta. Rahmat bagi alam semesta, bukan hanya untuk manusia. Tapi untuk semua makhluk, bahkan keyakinan lain pun bisa merasakan keindahan dan kesejahteraan nya, bisa mendapatkan nikmatnya. Sudahkah kita tanamkan keyakinan pada hati kita? Islam bukan agama yang menyusahkan, melainkan aturannya menyelamatkan, menyejahterakan, melindungi, dan kebaikannya juga untuk diri kita. Kenapa harus islam? Mungkin sedikit dari saya tentang kenapa harus islam yang mengatur hidup kita. Bukan tanpa alasan, bukan sekedar aturan hidup biasa, bukan juga untuk keuntungan sepihak, tapi islam itu menyeluruh bahkan mereka yang diluar islam pun bisa merasakan keindahan dan kebaikan islam.

Kenapa Harus Islam :

1. Yang Mengharuskan Basmallah sebelum melakukan sesuatu dan Hamdallah setelahnya

Karena islam mengajarkan untuk bersopan santun, menjadi manusia yang berbudi. Dalam islam membaca basmallah di awal sebelum melakukan sesuatu adalah sebagai bentuk izin kita kepada sang Pemilik segalanya. Selesainya membaca Hamdallah sebagai bentuk ucapan syukur kita atas izin nya. Satu point pelajaran untuk kita, sama halnya dengan kehidupan kita. Coba kita bayangkan bagaimana perasaan kita jika ada seorang teman tanpa izin mengambil milik kita (bahkan meski hanya niatnya meminjam). Marah kah kita? Kesal kah kita? Ok, meski ada dari kita yang yasudahlah tak apa, biarkan saja, diakan teman terdekat ku. Yah, satu dua kali masih merasa save, tiga empat kali tidak munafik manusia akan kecewa atau kesel, mesksi wajah masih bisa memberi senyuman, tapi apa hati tidak ada timbul unek-unek. Sebagai manusia baiknya yah kita bisa menerima itu, karena memang bukan milik kita, semua yang ada di dunia milik Allah. Karena itu, karena semua milikNya, jadi sebagai hamba harusnya kita bisa menata adab kita. Izin sebelum meminjam atau memakai barang atau hak yang bukan milik kita, jangan lupa berterima kasih setelahnya. Dan damai pun akan tersebar dimana-mana, jika ini terus ditanamkan dalam pribadi kita. Jadi, jangan lupa ucap ::Basmallah:: sebelum melakukan sesuatu apapun, dan ::Hamdallah:: setelahnya. Jangan lupa juga untuk izin jika hendak meminjam atau memakai sesuatu yang bukan milik kita, dan ucap terima kasih setelahnya.

2. Yang Lebih Baik Duduk Saat Makan dan Minum

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata: 'Bagaimana dengan makan?' beliau menjawab: 'Itu lebih buruk lagi'. (HR. Muslim dan Turmidzi).

Ini satu nilai islam yang banyak dari kita mulai terlalaikan. Makan pakai tangan kiri, sambil berdiri, sambil jalan. Alasan nya bervariasi, dari malas, pingin cepat-cepat, udah keburu lapar nih, yaelah ga masalah kali sama aja berdiri duduk, hmm ga ada tempat duduk, ribet ahh, ini kan lagi trend orang-orang kaya aja makan sambil berdiri, dll. Hati-hati kawan, jelas islam menjanjikan syurga untuk penganutnya, dan jelas kafir hanya akan ditempatkan di neraka, apakah masih mau kita ikuti mereka? Mereka yang jelas telah dijanjikan tempat kembali yang amat buruk. Kenapa harus islam yang menganjurkan untuk makan dan minum sambil duduk. Bukan karena aturan tanpa manfaat.
Dalam suatu kajian kesehatan akupuntur yang diadakan salah satu ahli akupuntur, ini dibuktikan dari segi kesehatan, air minum yang masuk dengan cara minum sambil duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal.
Nah, jika kita minum berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal.
Jadi? Masih mau jadi pengikut golongan kafir? Masih mau ga menyayangi diri sendiri? Mau terkena penyakit? Astaghfirullah, sakit itu tak enak, dan neraka itu tempat kembali paling buruk. Semoga kita terhindar dari itu semua.

3. Yang mengharamkan Khamr


Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa'at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa'atnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir. Q. S Al-Baqarah {2} : 219

Kenapa Khamr haram? karena dapat merusak akal. Sedang dalam islam kita diharuskan menjaga akal. Karena satu nikmat yang kita dapat dan tidak diberikan Allah kepada makhluk hidup lain adalah akal. Untuk dapat membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Dengan khamr, mana yang lebih banyak kita dapat? keuntungan atau kerugian? tentu nya kerugian, otak rusak, akal pun rusak, diri menjadi sakit, jatuhnya adalah dzalim terhadap diri sendiri. apa ada keuntungan nya? tidak. Itulah islam, tidak akan melarang yang menguntungkan bagi umatnya. Tapi hanya melarang hal-hal yang justru merugikan umatnya, dan membolehkan kepada hal-hal yang akan berdampak baik bagi penganutnya.

Tiga point dulu, pembahasan mengapa harus islam dari saya. Dilanjutkan di part berikutnya (insyaAllah).

-Int-


0 comments:

Poskan Komentar