Rabu, 24 Februari 2016

Hujan Beraroma

Hujannya beraroma.
Membuat jiwa enggan untuk beranjak dari peraduan.
Tenang sekali.
Membiarkan mata untuk tetap terpejam terus menjadi hal yang menggiurkan.
Tapi ini pagi.
Potongan hari paling menyenangkan.
Ketika kita harus beranjak dan menagih janji-janji hari.
Biarkan hujan mengiringi langkah kita.
Dan menambah manis senyuman hari ini.
Jangan lupa bersyuku.


-int-

Jumat, 22 Januari 2016

Life Traveler

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan ‘rumah’ itu untuk kita, apa pun bentuknya.

Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun…

… because travelers never think that they are foreigners.

Life Traveler - 

Rabu, 20 Januari 2016

Wejangan Pak Ridwan Kamil

Wejangan Pak Ridwan Kamil
---------------------
Cari suami itu jangan muluk-muluk, biar seru menikmati pernikahan..
ngerasain ngontrak.. ngerasain roller coaster kehidupan sambil nangis, ketawa, nangis lagi, ketawa lagi.. sambil saling berpelukan menguatkan.. *indah tauuukkk itu!
...
Kalo ujug-ujug.. kalian mo cari suami yg muda, ganteng, sholeh, mapan, pinter..
Kalian butuh beberapa strategi dan kemungkinan..

Setidaknya ada 2 Fakta yg perlu kalian tau..
Pertama,
Kalian butuh energi dan mental yg cukup kuat untuk memasuki persaingan maha ketat.. karena pria SINGLE jenis ini, pastilah amat sangat langka, dan peminatnya bisa saja berjumlah ribuan.
Saingan kalian adalah wanita yg bisa jadi jauh lebih cantik, lebih muda, dan lebih oke

Kedua,
besar kemungkinan, pria jenis ini banyak.. tapi sudah jadi SUAMI ORANG.. Karena Pria-pria jenis ini, dibelakangnya sudah ada istri-istri hebat yg merawat dan membuat suaminya tampil mempesona.
Kalo kalian ga punya nyali untuk jadi perebut suami orang, atau belum siap ilmu dan iman untuk jadi perempuan lain di tengah keluarga bahagia orang lain..

ada 2 TIPS JITU buat kalian..
Pertama,
Berlapang hatilah menerima kedatangan pria single, sholeh, baik, meski sederhana asal tetap berpenghasilan (ga mesti berpenghasilan tetap), dan BERJUANGLAH bersamanya membangun keluarga bahagia, SAMARA.

Kedua,
BUANG SEMUA KASET DVD Drama KOREA puluhan episode yang selalu menayangkan Pria Kaya, ganteng, putih, imut yang jatuh cinta dengan wanita biasa-biasa dan miskin..!

Ridwan kamil (Walikota Bandung)

------------------------------------------- 

Sumber : https://www.facebook.com/InspiringMarriage/photos/a.610514649016552.1073741828.609234569144560/961145180620162/?type=3&theater

Rabu, 25 Maret 2015

Menuntut ilmu karena Allah

Menuntut ilmu karena Allah adalah bukti ketundukan pada-Nya.
Mempelajarinya dari seorang guru adalah ibadah.
Melangkah menuju majelisnya adalah pembuka jalan surga.
Duduk di tengah kajiannya adalah taman Firdaus.
Membahasnya adalah bagian dari jihad.
Mengajarkannya adalah tasbih.Menyampaikan kepada orang yang tidak tahu adalah shadaqah.Mencurahkannya kepada orang yang berhak menerimanya adalah qirbah.-Mu'adz ibn Jabal Radhiyallahu 'Anhu-


*dikutip dari Buku Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A Fillah*

Ini Desa!

Belum pernah sekalipun hati ku mengingkarinya. 
Bahwa harap untuk kelak dapat tinggal di tempat seperti ini. 
Bukan Kota! 
Tapi tempat yang tak dekat dengan keramaian, kebisingan, jerih & duka didalamnya, bahkan dusta dibalik senyum dan tawa. Ini Desa!

-int-

Kamis, 05 Maret 2015

Lelah

Tentang lelah yang tak beralasan. 
Entah aku memahaminya atau belum. 
Yang aku rasakan saat ini adalah lelah. 
Lelah pada dunia yang sempurna mampu menawarkan jutaan keindahannya. 
Terkadang membuaikan setiap jiwa untuk terlarut sampai lupa pada Penciptanya. 
Namun tak sedikit juga yang masih mampu untuk sadar, bahwa dunia adalah tempat singgah, sebentar, 
Dan dunia bukanlah tempat hidup yang terkahir melainkan tempat mengumpulan bekal untuk kehidupan yang sesungguhnya setelahnya.
Lelah, pada dunia yang semakin terlihat begitu banyak kepalsuan dari jiwa-jiwa yang tersesat.
Tersenyum padahal sebenarnya menikam.
Biarlah, lelah ini tetap bersemayam, sambil perlahan mencari pemahaman yang sebenarnya.

-int-

Senin, 19 Januari 2015

Menerima Segala KetetapanNya

Kalau kemarin kau belajar bahwa ikhlas adalah dimana kamu mengabaikan penilaian baik/buruk dari manusia, dan berusaha fokus pada satu niat serta tujuan yaitu Allah. Maka hari ini kau belajar bahwa ikhlas juga tentang bagaimana kau mampu menerima segala ketetapanNya dari terbuka sampai terpejamnya mata, kemudian mengolahnya menjadi syukur dan sabar. 

Iya, menerima segala ketetapanNya adalah dimana tidak ada lagi keluh atas apapun yang kita dapatkan. Menerimanya dengan ikhlas dan berfikir positif atas segala rencanaNya. Termasuk tidak mengeluh atau update status di dunia maya dengan apa yang tengah terjadi pada kita.

Karena bahagia itu dekat, ada pada hati yang bersyukur :)

-int-

Hujan Tak Pernah Salah

Jangan salahkan hujan, karena hujan tak pernah salah. 
Hujan hanya menjadi sebaik-baik ciptaanNya, tunduk dalam taqwa atas perintahNya.
Tak seperti kita manusia, yang diciptakan dalam sebaik-baik ciptaan dengan keistimewaan akal, namun apa? 
Lebih banyak mengabaikan dan melalaikan perintahNya. 
Menghujat atas apa yang terjadi bahwa ini bentuk ketidak-adilan. 
Padahal? 
Siapa yang sebenarnya salah?
Apa banjir karena hujan? Bukan! 
Tapi kita yang merusak lingkungan.
Hujan selamanya menjadi hujan, turun atas perintahNya, membawa keberkahanNya untuk makhluk ciptaanNya yang lain. 


_Inspirasi di perjalanan Mabit ke Masjid BI bersama Irna_

-int-