Rabu, 24 Juli 2013

Tentang Rindu untuk Ayah

Tentang rindu yang membuncah,
Tentang kata yang begitu banyak ingin ku rangkai,
Tentang pertemuan yang belum mungkin,
Tentang senyuman yang berharap bisa aku melihatnya, walau hanya sekali,
Tentang hangatnya kasih sayang mu yang kini tak lagi dapat ku rasa,
Tentang peluk mu yang membawa ku keluar dari kesedihan,
Tentang marah mu pada ku karena salah dan lalai ku,
Tentang nasihat yang teramat ingin ku dapat dari mu,

Ini semua tentang mu, ayah.
Tentang rindu ku pada mu,
Rindu bersendau gurau bersama mu,
Rindu melihat mu, 
Rindu merasakan kasih sayang mu,
Rindu mendapat nasihat dari mu,
Rindu di marahi oleh mu,
Rindu melihat senyum mu,

Yaa, aku merindukan mu ayah.
Rindu yang sering hadir, manakala aku melihat teman sebaya ku bersama ayah mereka,
Bercanda, bahagia, dan santun bersendau gurau dalam kehangatan,
Aahh, terkadang rasa cemburu hadir, 
Bertanya kepada Nya, kenapa aku tak diizinkan bersama mu lebih lama,
Agar kau bisa mengajarkan ku menjadi wanita dewasa,
Menemani masa remaja ku,
Melalui perjalanan hidup bersama,
Menjadi wali di hari bahagia ku,
Serta ada kau dan ibu yang tersenyum bangga di hari wisuda ku,

Aku percaya, rencana Allah selalu indah untuk setiap ciptaanNya,
Aku percaya, perpisahan ini banyak hikmah untuk ku,
Mungkin Allah ingin aku bisa belajar menjadi wanita yang kuat,
Mungkin Allah mencintai mu, sehingga kau begitu cepat di minta kembali kepadaNya,
Jika kita berhasil, semoga kelak surgaNya akan jadi hadiah terindah untuk aku, ayah, ibu dan adik-adik,

Ayah, ku titipkan rindu ku untuk mu padaNya,
Semoga Allah menjada mu, 
Dan memberi tempat terindah untuk mu di surga,
Ikhtiar ku, menjadi anak yang baik, 
Mencari ridho Illahi,
Jika kelak tak mampu ku menghadiahkan surga untuk ayah dan ibu,
Setidaknya aku tak mau menjadi alasan kalian tidak masuk surga,

Dari aku, yang merindu mu.



-int-


0 comments:

Poskan Komentar