Kamis, 04 Oktober 2012

Saat Aku Rindu [Ayah]

Saat aku melihat canda ayah dan anak remaja nya di depan sana, saat itu pula kerinduan ku kepada mu hadir.
Saat ku dengar kisah masa lalu mu dari mereka, saat itu pula rasa ingin bertemu lagi dengan mu datang.
Saat masalah perlahan menghampiri diri, saat itu pula aku rindu mendengar nasihat bijak mu yang kan menguatkan ku.
Saat kecewa ku mampu membuat air mata tanpa terasa jatuh, saat itu pula ingin ku lihat senyum mu yang mampu menghapus luka ini.
Saat kaki mulai rapuh menopang diri, saat itu pula harap ku bisa seperti dulu ada engkau yang membawa ku dalam dekapan mu.
Saat cerah dan indahnya hari menghiasi ku, saat itu pula ingin rasa ku bisa bercerita semua kepada mu, berbagi bahagia ku.
Saat satu per satu cita ku tergapai, saat itu pula muncul harap ku bisa melihat senyum bangga mu akan diri ku, yang kan menyemangati ku tuk menggapai cita lainnya.
Saat senja menawarkan keindahannya dari ufuk barat, saat itu pula besar ingin ku bisa melihat sunset bersama mu dan ibu.
Iya ayah, aku rindu, rindu sekali pada diri mu.
Rindu melihat senyum mu.
Iya ayah, aku pernah merasa iri dengan mereka yang masih bisa bersama dengan ayah mereka.
Iya ayah, aku berharap bisa melalui masa remaja ku bersama mu,
Iya ayah, aku ingin bisa menjadi anak yang membanggakan mu,
Iya ayah, aku ingin sekali di hari pernikahan ku engkau yang menjadi wali ku,
Iya ayah, aku menyayangi mu, aku menyayangi mu karena Allah,
Karena itu ayah, aku ingin menjadi anak  yang bisa menyelamatkan mu agar kelak Allah ridhoi engkau masuk syurgaNya.
Karena itu ayah, aku sekarang faham, aku tau, dan aku mengerti kenapa Allah panggil engkau lebih cepat.
Itu karena Allah sayang kita ayah,
Allah mau aku kuat, aku tegar layaknya batu karang yang tak tergoyahkan meski ombak selalu menerjangnya.
Allah mau aku belajar, mencari makna hidup, dan memahami dunia tanpa mu ayah.
Mungkin aku hanya akan banyak bertanya pada mu, jika kau masih bersama ku.
Aku tak memahaminya sendiri, mengalaminya, hingga mampu mengambil hikmahnya,
Karena itu ayah, karena Allah ingin perlihatkan kepada ku betapa hidup itu indah.
Karena itu ayah, aku mampu merasakan betapa Allah sungguh amat Besar, Allah luar biasa, Allahu Akbar, Subhanallah.
Ayah, aku ingin berterima kasih kepada mu, kau pilihkan ibu yang hebat untuk jadi guardian angel hidup ku.
Ayah, terima kasih karena kau pilih wanita hebat untuk jadi ibu ku, mennjaga ku, mendidik ku, melindungi ku, dan mengajari ku arti hidup & menjadi wanita kuat.
Ayah, aku titip rasa rindu ini pada Allah dalam balutan doa ku.
Ayah, tiada henti harap ku kelak aku, ayah, ibu dan adik-adik bisa berkumpul kembali di syurgaNya atas ridho Nya.
Aku, yang merindukan mu dan menyayangi mu karena Allah, aku berharap Allah ridhoi kelak kita berjumpa di jannahNya.
 
aamiin
 
-Int-

0 comments:

Poskan Komentar