Langsung ke konten utama

Cantik [Wanita | Muslimah]

Karena aku juga seorang wanita [muslimah]. Karena aku bagian dari kamu, dari mereka, dan dari kalian. Dan aku juga merasakan apa yang kamu, mereka dan kalian rasakan. Entahlah aku termasuk yang mengerti atau tidak, aku termasuk yang mengenal secara dalam atau tidak, bagaimana wanita seharusnya bersikap, bagaimana menjadi wanita se-umumnya. Selangkah demi selangkah, aku teruskan perjalanan dalam hidup ini. Sambil menilik lingkungan dan terus perlahan belajar. Tapi yang jelas, muslimah itu punya aturan sendiri. Ada perintah dan larangan Allah yang harus di amalkan dan di jauhi. Tentu kita tau apa yang Allah larang dan perintahkan, pasti semua nya ada hikmah, dimana hikmahnya selalu kebaikan untuk hambaNya. Dan satu, tujuan kita [muslimah] adalah terus mencari ridho Allah SWT.

Budaya barat saat ini pengaruhnya mulai terasa, begitu besar, semakin mencuci pemikiran kita. Ya kita, kita kaum muslim, khususnya juga untuk kita wanita [muslimah]. Sedikit ingin saya menuliskan tentang wanita [muslimah]. Turut sedih, melihat mayoritas wanita jaman sekarang. Meski tak bisa pungkiri, apakah saya bersama mereka atau??? Dari sebuah buku yang baru saya baca, bahwa wanita itu dasarnya ingin di perhatikan. Itu point nya, wanita ingin di perhatikan dan lelaki suka memperhatikan. That's why, wanita begitu relanya melakukan apapun demi KECANTIKAN FISIK. Ooppss, maaf kalau saya capslock pada kata tersebut.

Cantik? Cantik itu relatif. Semua juga ga nolak tentang teori cantik itu relatif. Kenapa, kok bisa? Coba tengok jaman dulu, kalo kata orang2 cantik itu rambut keriting, gaya pakaian yang seperti, ya gitu deh, pokoknya coba aja liat gaya wanita jaman 70-80an. Atau singkatnya liat foto mama waktu muda. Naah kalo sekarang? Katanya sih, cantik itu rambut lurus (sampe yang keriting bela2in rebonding), rambut panjang (sampe yg rambut pendek bela2in extend), muka putih (sampe yg hitam bela2in keluar uang ratusan ribu atau bahkan jutaan untuk cream pemutih), badan ramping atau kurus (sampe yg gendut bela2in ga makan seharian), tinggi (sampe yg pendek bela2in pake heels yg tingginya 10cm), gaya pakaian ala korea gitu deh. Astaghfirullah, semoga saya salah persepsi dalam hal tersebut. Atau kalo ternyata nyata hal itu, banyak wanita memburu definisi *CANTIK* seperti yang disebut di atas, maka pinta ku ya Allah, bukakan pintu hati kami yang masih terbelokan dengan rayu syeitan. 

Jangan terlalu terpaku dengan definisi *CANTIK*, karena cantik itu relatif. Saudari ku, dari takwa mu, dari perjuangan mu, dari iman mu, kau justru lebih cantik. Bahkan bidadari pun bisa mencemburui mu. Karena cantik fisik, akan mati di makan waktu. Ok, ini bukan berarti ga boleh cantik. Terus gimana juga yang udah terlahir cantik. Tubuh ini, satu dari ribuan milik Allah yang dipinjamkan dari kita. Wajib di jaga dan di rawat. Menjaga kebersihan, menjaga kecantikan, dll itu juga wajib. Allah berikan pinjaman ini dalam kondisi baik, maka ketika kita pulang kembalikan lah dalam kondisi baik juga. Jadi, bukan berarti ga boleh menjaga diri, merawat tubuh, dll. Tapiiii, semua ada porsinya dan luruskan lagi niat dan tujuan. Jangan berlebihan dan semua niat hanya karena ALlah. #insyaAllah 

Karena masih banyak yang perlu kita perhatikan, perlu kita lakukan, perlu kita pelajari. Wanita itu akan jadi madrasah pertama untuk anaknya. Apa yang bisa kita ajarkan ke anak kita nanti, klo saat ini yang kita fokuskan mengejar definisi *CANTIK* itu? Bagaimana di akhirat kita mempertanggungjawabkan semua nya? Belajar lah, jadilah wanita muslimah yang tak hanya leleh dirayu gombalan. Biarkan ibu dan ayah kita bangga, biarkan mereka bersyukur memiliki kita sebagai anak mereka. Berjalan lah di jalan yang Allah ridhoi, dengan melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya, agar kelak kita jadi anak yang bisa mengantarkan orang tua kita ke syurga. Agar kita jadi istri yang begitu disayangi suami, karena Allah. Agar dari rahim kita, lahir generasi rabbani. Generasi penerus yang berakhlak mulia. Agar kita tak hanya di kenang di dunia, tapi pintu Ar Rayan menantikan kita.

Wahai saudari ku, ingatkah kita perjuangan Rasulullah untuk memuliakan wanita. Dan perjuangan tersebut sudah menang, memang islam begitu memuliakan wanita. Ga percaya? Terserah sih, tapi yang jelas memang hanya islam yang memuliakan wanita. Bukti pertama, kenapa ada perintah berjilbab? Agar kita lebih dikenali (sebagai muslimah), dan tidak di ganggu. Tujuan Allah memerintahkan kita berjilbab, adalah untuk kebaikan kita. Allah ga pernah cari keuntungan dari kita, tapi justru sebaliknya. Toh, kita ga berjilbab ga akan secuilpun merugikan Nya. Dan yang rugi adalah kita, iya kita. Karena pintu-pintu syeitan lebih luang terbuka. Orang-orang akan segitu mudahnya menggoda. Alasan kenapa harus berjilbab? Wanita itu cantik, yaiyalah yang gantengkan lelaki. Apa kita rela berbagi kecantikan untuk siapapun? gratis lohh, buat mereka yang ga halal untuk kita. Beda kalo artis cantiknya dibayar, lhaah kita? Ehh, kamu ding, bukan kita (emang aku cantik apa, ikutan ngaku2 kita). Mending, cantiknya di simpan, untuk yang halal aja buat kita. kalo kata iklan mungkin gini "cantik sih, tapi rela bagi2???". Dari jilbab, islam ga ngajarin kita untuk kuper, ga ngajarin kita untuk kumel, ga ngajarin kita untuk apek. Hhehee, maksudnya meski berjilbab ga berarti kita harus terpenjara. Kan masih bisa gaya, masih bisa jaga kebersihan, masih bisa bergaul (asal ada batasan yah), masih bisa belajar kemana-mana, masih bisa menjaga keindahan, dll deh pokoknya. 

Entah kenapa yah, dari jilbab saya merasa jauuuuuh lebih nyaman kemana-mana. Ga khawatir lagi di ganggu (cowok iseng). Kejahatan terhadap wanita bisa di minimalisir. Toh, dengan jilbab mu kau terlihat lebih cantik. Dan Allah, menjanjikan tempat terindah di syurga untuk wanita yang taat.

Jadi, masih mau ngejar definisi *CANTIK*? Yaiyalah tentu, itu harus! Tapi, diiringi definisi *CANTIK* hati dan akhlak yah. Karena wanita itu bisa jadi pengaruh bagi perubahan bangsa. Jika wanita suatu bangsa baik, maka baiklah bangsa tersebut. Dan sebaliknya.
Dari sekarang, yukkk terus tingkatkan ilmu, tingkatkan amal. Terus belajar, dan fahami islam. Biar kita jadi wanita *CANTIK* yang tak hanya leleh dirayu gombalan, yang tak fokus hanya dengan tujuan dunia. Tapi fokus ke Allah, karena jika akhirat jadi tujuan maka dunia mengikuti mu. Biar kita juga bisa jadi wanita yang dicemburui bidadari. Lakukan apa yang ingin kita lakukan, lakukan yang hanya harap akan ridho Allah jadi tujuan dan niat kita. Islam telah memuliakan wanita, moso kita sebagai wanita tidak menghargai hal tersebut. Dan jangan sia-siakan perjuangan Rasul kita tercinta.

Semoga aku, kamu, kalian, mereka, dia, dan kita wanita [muslimah] adalah hamba yang dicintai dan diridhoi Allah. aamiin

-Int-


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semester Akhir

Kegagalan di semester ini tidak boleh terulang lagi di semester berikutnya. Iya, semester akhir! Selamat datang semester akhir. Dan selamat tinggal semester tujuh :) Perjuangan di dunia kampus sudah ku awali sejak Maret 2011 lalu, mungkin orang mengatakan bahwa aku lulus telat dari yang lain. Gpp. Karena bagi ku setiap diri kita memiliki jalan hidup masing-masing. Toh, kesuksesan dunia bukan tolak ukur seseorang itu bahagia di akhirat! Karena sejatinya kesuksesan baru akan kita ketahui kalau kita bisa berbahagia di akhirat, bukannya sengsara. *noted Baiklah, diluar itu semua memang kuliah ku selesai tidak dalam waktu normal seperti orang-orang. Mungkin awal 2011 sampai akhir desember bukanlah waktu yang sedikit. Setidaknya, hal yang membuat ku percaya diri adalah apa yang aku kerjakan dimasa kuliah memang murni hasil perjuangan ku sendiri. Ga nyontek sama sekali dong :p Jadi, berapapun IP nya, yaa itu lah hasil perjuangan ku. Dan perlu dicatat lagi ya Intan, bahwa penilaian ...

Bekerja untuk Allah

"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.' ''(Q. S At-Taubah: 105)  Mari menyelami makna dari ayat Q. S At-Taubah: 105 ini. Menarik sekali, ayat ini menegur kita! Mengingatkan bahwasannya semua amalan memang seharusnya diniatkan karena Allah. Dan ayat tersebut bisa jadi tamparan keras untuk kita yang masih sering mengeluh dalam bekerja (termasuk saya pribadi). Hhehee.. Kenapa Masih Mengeluh Dalam Bekerja? Mungkin karena masih ada yang salah dalam niat kita, coba check kembali. Sudahkah niat kita bekerja karena Allah SWT? Ahh, bibir mungkin mampu berkata pada seluruh makhluk, "sudah, niat saya bekerja sudah karena Allah, insyaAllah" . Tapiii?? Kok hati masih sering menggerutu, protes kesana kemari karena banyaknya kerjaan y...

Aku dan Kuliah Kelas Karyawan

Tentang kuliah kelas karyawan khususnya, izinkan saya menulis tentang pengalaman saya saat ini. Saya Intan Wahyuni, seorang wanita berusia 20th, bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi, dan juga menjadi mahasiswi (kelas karyawan) di salah satu universitas swasta di jakarta. That's all... Waktu awal kuliah, seneng, seneng banget rasanya bisa kuliah. Belajar lagi, ketemu temen-temen di kampus. Meski harus lagi-lagi merasakan jadi yang sedikit (efek kuliah ambil jurusan teknik elektro, jadi sekelas cuma bertiga mahasiswinya). Ahh, tapi bahagia banget deh, bisa kuliah dengan biaya sendiri. Setelah nganggur satu semester setelah lulus SMK. Karena saat itu masih menunggu kejelasan pekerjaan, dan setelah dapat posisi save, baru deh daftar kuliah.   masih keliatan bahagia di kampus waktu awal-awal kuliah Yang saat itu saya rasakan adalah bahagia, bisa belajar lagi. Setelah senin-jumat harus merasakan penat nya karena kerjaan kantor. Sabtu-minggu dapat hiburan, kuliah,...