Minggu, 11 November 2012

Semarang #part2

Meskipun telat, tapi gapapa lah,  saya mau lanjutkan menuliskan perjalanan menyenangkan di Semarang kemarin. Ehh, bukan kemarin, tapi bulan lalu. Tepatnya sekitar tanggal 19-20 Oktober 2012. Di tulisan sebelumnya, saya tuliskan tentang serunya perjalanan menuju Semarang. Kali ini saya ingin tuliskan tentang Liburan Sehari di Semarang.

Pagi itu di kota nan jauh dari kota kelahiran saya, namun masih satu pulau sih. Namanya kota Semarang. Aku Mba Niken dan Mba Hesti, bangun, lalu kami bersih-bersih diri (belum mandi), shalat, sebentar bantu2 Ibu Burhan yang sibuk menyiapkan sarapan (karena pekerja di rumahnya sedang pulang kampung). Sambil bertanya2 tentang Semarang, apa saja tempat wisatanya, kulinernya, universitasnya, dll deh. Dan ternyata ehh ternyata Bu Burhan itu Dosen di Universitas Diponegoro, whaaah, subhanallah, dosen,. Satu cita-cita saya itu menjadi dosen, dan ga mau lagi kerja di kantoran! Baru cita2 loh, semua masih mungkin terjadi. 

Ok, balik ke pagi di semarang. setelah itu kami bertiga untuk jalan pagi ke Universitas Diponegoro (Undip), karena jaraknya tak begitu jauh dari tempat kami menginap. Entahlah Galih dan Rifqi masih tidur atau apa, yang jelas kami tinggalkan mereka. Bapak2 yang lain juga, karena semalam rombongan mobil kedua tiba lebih lama dari kami, mungkin mereka masih lelah dan ngantuk. Ehhehehee, dengan pede nya kita bertiga masih berpakaian tidur jalan, naik angkot, pdahal kurang tau pasti tempatnya. Alhamdulillah disana orangnya ramah2, kami minta petunjuk di jelaskan dengan detail dan senyum. Emang gini sih ciri khas orang Indonesia, yaa ramah. Sampai di Undip, bingung mau ngapain. Laper, tapi tadikan Bu Burhan dah siapkan sarapan. Alhasil kita jalan-jalan, liat universitas tersebut. Terpampang nama fakultas di setiap pinggir jalan. Foto-foto jadi agenda yang tak ketinggalan. Karena setelah ini ada agenda utama yang harus dilakukan, yaitu kondangan ke Walimahan Mas Anjar dan Mba Nike, jadi kami ga berlama-lama di Undip. Ohh iya, yang unik disini, angkot nya masuk ke dalam universitas, tapi lucunya rutenya tergantung penumpangnya mau ke fakultas mana pun di antar. widiiiw, dah kaya taxy yah. Yaa ini lah satu dari banyak keramahan orang2 disana.

Kembali ke rumah pak burhan, lalu sarapan. Pagi ini kami di jamu dengan sarapan Coto Makassar. Ternyata Bu Burhan asli makassar, padahal waktu pertama ketemu nebaknya orang jawa tulen, lembut banget sih. hhehee. Selesai sarapan kami bersiap, lalu rombongan pun berangkat ke kondangan. yeay, ini tujuan utama ke semarang tuh sebenernya kondangan. tapiiii,, kita lanjutkan dulu ceritanya yah..

Di Perjalanan ada beberapa rombongan mobil, tetiba mobil depan berhenti dan menginstruksikan untuk berbalik arah. Mau tau apa alasannya? Pak DH kami minta liat ke museum kereta api ambarawa terlebih dahulu -,-. Tapi setibanya disana pun hanya mutar lalu balik lagi dan lanjutkan perjalanan. Katanya nanti aja, kita kondangan dulu. Hadeuuh, kok jadi galau gini deh pak -,-a

Setibanya di tempat acara, ternyata acaranya juga baru di mulai. Adat jawa, ga ngerti itu mc nya ngomong apa. Yo wes lah, liatin aja, sambil foto2 juga. Kemudian memberikan selamat ke pengantin, makan, foto2 lagi, dan cussss deh pulang. Hhehee, tapi ga langsung pulang ternyata. 

Rombongan mobil aku itu ada Pak Suhe, Pak Burhan, Mas Yon, Mba Niken, Mba Hesti, Aku dan Galih. Dari keluarga Indosat, pulang kondangan kami jalan2 dulu. Tujuan pertama yaitu Museum Kereta Api Ambarawa. Ok, kami tiba. Agenda yang ga pernah ketinggala yah foto-foto. Liat-liat mesum tersebut. Lalu lanjutkan perjalanan. Next destination is Gedong Songo. Ini kalo di umpamakan mungkin mirip2 cibodas gitu kali yah. Tapi bedanya ini pegunungan, dan ada beberapa candi. Aku Mba Niken Mba Hesti dan Galih, serta beberapa bapak2  yang lain mencoba menikmati indah suasana disana, sejuk, dan berkeliling dengan menunggan kuda. Nah! Ini pengalaman baru buat saya, menunggang kuda sejauh 5 KM, meski awalnya dengan guide, tapi guidenya malah asik foto2in, alhasil kuda saya di lepas, dan saya kendalikan sendiri. Ngeri awalnya, karena jalanannya curam naik turun, dan pinggirannya kaya jurang juga, mana belum bisa nyeimbangin diri. ahhahaa, tapi seru, dan saya bisa menikmatinya, keren teman-teman.

Yah, bahagia adalah kata yang menghiasi hari saya di semarang. Hari mulai sore. Semua kembali, kecuali rombongan mobil saya yang hanya bertukar Pak Suhe dengan rifqi, karena beliau sudah harus kembali ke jakarta sore itu. Ok, kebetulan kami semua yang ada di mobil itu newbie di kota ini, kecuali Pak Burhan yah. Dan kami memutuskan untuk tidak langsung pulang, melainkan keliling dulu! 

Rute pertama ke Warung Ibu Puji, jualan bakso tahu dan makanan2 oleh. Kami pun mencicipi makanan disana. Yah ga mahal2 banget lah harganya, rasanya lumayan  lah buat yang laper :p
Rute kedua, parkir mobil di Gd. Indosat Semarang. Berjalan sebentar, lalu kami memutari Simpang Lima. Uniknya lagi disini, banyak sekali penyewaan sepatu roda, sekuter dan sejenisnya. kalo ga salah 20rb satu jam, kalo ga salah inget yah. Dan sore itu simpang lima ramai sekali. ANak-anak balita, orang tua, dewasa dan remaja, komplit. Mereka rata2 mahir memakai sepatu roda, sekuter dan sejenisnya itu. Lagi-lagi agenda tak tertinggal yaah foto2. 

Lalu kami shalat maghrib di masjid besar dekat simpang lima. Masjidnya pun ramai, yang berbeda di masjid2 di semarang itu, setiap depan pintu masuk tempat wudhu, ada genangan air dengan kedalaman sekitar semata kaki. Kata temen2 itu ciri khas daerah jawa emang gitu. Usai shalat, lanjutkan lagi perjalanan.

Tujuan terakhir sebelum akhirnya pulang ke rumah Pak Burhan untuk rapih2 kemudian kembali ke Jakarta, ialah Lawang Sewu. Wisata Malam. Malam2 malah belajar sejarah nih disana. Kami sewa guide untuk menjelaskan semua tentang lawang sewu. Banyak pelajaran sejarah yang kami dapat. lagi lagi dan lagi, foto2 jadi agenda yang hampir seperti wajib. agak horror, tapi lucu, lelarian kita2 yang sempet dibuat takut sama guidenya, heboh, dan banyak lagi. Ahh iya disana kita juga masuk ke ruang bawah tanah, yang konon katanya dulu dijadikan penjara oleh penjajah Jepang. Astaghfirullah, klo denger ceritanya betapa kejamnya penjajah Jepang itu. Penjara duduk, penjara berdiri, ruang nafas sedikit, kejam, dan tanpa ampun!

Ahh, gitu deh cerita sehari di semarangnya. menyenangkan. dan jadi memori indah untuk di kenang. Malam semakin mendekati larut. Kami harus kembali ke Jakarta. Dan hujan teramat deras, seperti pertanda kami masih enggan untuk beranjak dari kota ini. Tenang. Karena menginat harus kembali ke kota jakarta. Riweh, penat, bising. Tapi, kota ini indah juga kok ^_^

Ini beberapa dokumentasi waktu disana:


-Int-

3 comments:

blush on mengatakan...

cei, pertama keluar jawa barat nh ye. asik kan di semarang,,

Intan Wahyuni mengatakan...

Hhehee, iya lidia, first time keluar jawa barat..
Hayuuk kapan kapan main ke jogja yuk lid :p

Intan Wahyuni mengatakan...

Hhehee, iya lidia, first time keluar jawa barat..
Hayuuk kapan kapan main ke jogja yuk lid :p

Poskan Komentar