Rabu, 18 Juli 2012

About Ramadhan

Assalamu’alaikum. Wr. Wb

Kali ini saya akan share materi yang didapat dari kajian Mabit @Masjid Baitul Ihsan. Padahal mabit kali ini ada jalan sehat bersama (car free day) dari BI ke Bundaran Hotel Indonesia, tapi berhubung besok pagi ada kuliah jadi ga bisa ikutan mabit deh. Sabtu, 14 Juli 2012 tepatnya. Materi tentang Ramadhan yang disampaikan oleh imam besar Masjid Istiqlal yaitu Prof DR. Ali Mustafa Yaqub, dengan tema “Bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita”.

Yahh, about ramadhan. Sebelumnya sudah pernah saya bahas sedikit tentang Menyambut Ramadhan. Kali ini [lagi] tentang Ramadhan, sedikit tambahan agar kita sukses Ramadhan tahun ini, dan tahun berikutnya (insyaAllah).

Boleh jadi ini Ramadhan terakhir kita...
Ramadhan kali ini harus sukses!!! #insyaAllah
 
Sukses di bulan Ramadhan:
  
11. Apabila ibadah-ibadah yang dilakukan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW
Ok, yang menarik buat saya. Dari point ini, ust Ali Mustafa mengingatkan agar ramadhan kita sukse yaitu harus sesuai tuntunan Rasulullah SAW.  Tentunya tak hanya sekedar ibadah didalamnya, tapi dari awal kedatangan Ramadhan juga perlu kita perhatikan. Fenomena lucu di Indonesia adalah, negara kita memiliki berbagai metode dalam menentukan jatuhnya tanggal 1 Ramadhan (dan 1 Syawal). Kalo berdasarkan versi Ust. Ali Mustafa ada 8 metode, ada yang dari berdasarkan feeling guru besarnya, ada yang berdasarkan teori astronomi yang bulan masih berposisi 6 derajat, ada juga yang melihat dari tanda-tanda pasangnya air laut, menghindari dua khotbah dalam satu hari, dan lain-lain.
Padahal jelas dalam Rasulullah hanya menyebutkan dua metode untuk menentukan jatuhnya bulan Ramadhan. Yaitu, satu dengan metode ruqyat (melihat bulan atau disebut hilal) dan yang kedua ikmal yang berarti menggenapkan bulan menjadi 30 hari.
So, harus hati-hati. Kita ikut kemana dalam penentuan datangnya Ramadhan. Kalo di awal saja cara yang dipilih sudah tidak sesuai tuntunan Rasulullah, bagaimana dengan yang selanjutnya? *mari berpikir*

12. Amalan Ramadhan wajib mengikuti sesuai dengan yang dikerjakan (disabdakan) Rasulullah SAW
Apa aja sih yang Rasulullah SAW kerjakan selama Ramadhan? Ahh, saya yakin pasti mayoritas umat muslim udah tau dan sudah familiar. Diantaranya:
a.       Puasa --> yang ini pasti dong, Ramadhan kan bulan puasa. Landasannya pun sama-sama sudah diketahuin oleh umat Muslim, yaitu Q. S Al-Baqarah : 183
b.      Tadarus Al-Qur’an --> nhaah, kalo yang ini salah satu ibadah yang paling disukai Rasulullah SAW. Oia, berikut saya scan rumus cara meng-khatamkan al-qur’an dalam seminggu dari Ust Ali Mustafa Yaqub.
   


c.       Qiyamu Ramadha --> atau biasa kita kenal dengan shalat tarawih. Boleh dilaksanakan berjamaah atau sendiri. Dan jumlah rakaatnya pun boleh berapa pun. Kalo kuat sampai puluhan atau ratusan, ga masalah. Atau kalo hanya sanggup dibawah sepuluh rakaat, pun ga masalah. Yang terpenting adalah niat dan cara pelaksanaan yang sesuai dengan Rasul ajarkan.
d.      I’tikaf Ă  berdiam / duduk / dzikir / shalat / tilawah / mendengarkan ceramah di dalam Masjid. Meskipun hanya berdiam diri di masjid, tapi Allah memberikan itu sebagai nilai ibadah.
“Orang yang betah duduk di masjid, maka itu tanda dia mencintai Allah, karena masjid adalah rumah Allah SWT”
Yups, pasti orang yang berdiam diri di masjid jauh lebih baik ketimbang orang yang berlama-lama di tempat yang kurang bermanfaat. Meski hanya diam, tapi diamnya di dalam masjid bisa membuatnya mengingat Allah.
Yang dilakukan Rasulullah SAW di 10 malam terakhir, yaitu 1. Membangungkan keluarganya, 2. Mengencangkan sarungnya, 3. Menghidupkan malamnya dengan beribadah di masjid.
e.      Menggalakan infaq dan sedeqah --> subhanallah, ini satu dari jutaan kemurahan Allah SWT kepada kita. Siapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, maka pahala orang yang berpuasa menjadi balasan untuk kita, tanpa sedikit pun mengurangi pahala yang berpuasa.

Mungkin masih ada lagi ibadah-ibadah yang bisa kita lakukan, tentunya tidak terlepas dari koridor aturan Allah dan sesuai dengan apa yang di sunnahkan Rasulullah SAW.
Boleh jadi ini Ramadhan terkahir kita...
So, Ramadhan tahun ini harus sukses!!! #insyaAllah

Yhaah, memang seperti itu seharusnya kita. jangan pernah menunda kebaikan yang bisa kita lakukan. Kita tak pernah tau, apa ada kesempatan kedua untuk kita [lagi] berbuat baik. Jika kita menundanya, mungkin bisa jadi Allah berikan kesempatan berikutnya, tapi itu jadi perbuatan baik pertama kita. Tapi jika tak ada kesempatan kedua untuk kita, astaghfirullah kita telah kehilangan kesempatan, dan hanya kecewa yang akan kita dapati. Dengan tidak menundanya, maka ketika kesempatan berbuat baik Allah berikan lagi, itu bisa jadi perbuatan kedua atau bahkan kebiasaan kita untuk senantiasa berbuat baik. Karena kebiasaan berbuat baik itu bernilai ibadah, dan ketika baru (hanya) niat untuk melakukan perbuatan baik maka Allah sudah memberikan nilai satu pahala, meskipun kita (gagal/berhalangan) untuk melakukan perbuatan baik itu. Tapi dengan catatan, perbuatan baik itu adalah hal yang biasa kita lakukan.

Lakukanlah apapun perbuatan baik (amal shaleh) yang bisa kita lakukan, dan jangan kita tunda. Karena menunda-nunda bisa jadi datangnya dari syetan. Karena juga kita tak pernah tau, apakah ada kesempatan kedua untuk kita bisa beramal shaleh? Selagi kesempatan Allah berikan kepada kita, selagi waktu masih berpihak pada kita, selagi helaan nafas belum terhenti, yukk sama-sama terus berlomba melakukan amal shaleh. Saling mengingatkan dalam kebaikan, mengingatkan untuk menjauhi perbuatan yang Allah tak suka, berlomba-lomba mengejar ridho Allah.

Agar kelak, tak ada kata MENYESAL. Tak ada kesedihan atas penyesalan kita di alam kubur dan alam-alam berikutnya. Yang ada hanya “Ya Allah, aku bersyukur atas cinta Mu, atas tuntunan Mu, atas kemurahan Mu, atas perlindungan Mu”. Sehingga Jannah, jadi tempat peristirahatan terindah, dan abadi untuk kita ^_^
Semoga kita semua adalah pemenang di Ramadhan tahun ini, dan Ramadhan tahun berikutnya (insyaAllah jika masih diberi kesempatan).


0 comments:

Poskan Komentar