Minggu, 04 Maret 2012

Memaknai Syahadat

Ada empat golongan yang kelak mendapat kenikmatan dari Allah di akhirat, kenikmatan itu adalah Syurga. Siapa saja golongan tersebut? Yaitu golongan : Al-Anbiya (Para Nabi), Ash-Shidiqin, Asy-Syuhada, dan Ash-Shalihin. Dari ke-empat golongan tersebut, satu-satunya kesempatan kita adalah masuk dalam golongan Ash-Shalihin.

Shalihin --> ihsan --> iman --> islam

Islam : syahadat, shalat, zakat, puasa, haji jika mampu

Iman : terhujam dihati, dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Amal perbuatan yang dicintai Allah yang berkaitan dengaqn hati, anggota badan dan lisan. Diikat dengan ilmu, ditegakkan dengan pemahaman.

Ihsan : beribadahlah engkau seolah-olah engkau malihatNya, namun jika kau tak melihatNya, sesungguhnya Dia melihat mu.

Syahadat ialah syarat utama bagi kaum muslimin. Secara bahasa berarti menyatakan atau mengikrarkan atau mengakui atau bersumpah. Hanya kepada Allah ketundukan total kita (makna Illah), dan kepada selain Allah disebut rendah hati. Allah sebagai Al-Mahbu (yang dicintai) dan Al-Khauf (yang di takuti).

Makna syahadat kita :

1. Ilmu --> yang memuliakan manusia (ilmu adalah aqidah).

2. Perpisahan --> maksudnya adalah hijrah, yaitu berpisah dengan segala sesembahan selain Allah.

3. Kebersamaan --> tak selamanya kebersamaan itu indah, tapi terkadang pahit. Kenapa? Karena untuk bisa bersama dengan orang-orang shaleh, bisa kelak bersama Allah di syurga, bisa bersama dengan Rasulullah, kita harus bisa menjauhi diri dari indahnya dunia (yang palsu dan menyilaukan). Pahit memang saat ini terasa, tapi kelak kebersamaan indah untuk kita

4. Lomba --> Syahadat seperti berlomba, Allah sebagai juri kita. Tak hanya mendaftar di awal, tapi harus melalui perlombaan sampai garis finish. Pentingnya shalat, sebagai bentuk ikrar kita (syahadat), karena di dalam shalat ada pengulangan syahadat kita).

5. Dakwah --> tidak diam dan turut mencegah. Bisa membedakan mana hak dan mana bathil, serta memahami, mengerti dan mengamalkan agama nya dengan baik. Satu orang saha bisa kembali mengingat kepada (Allah) karena perantara kita, maka ini lebih baik dari onta merah.

Syarat diterima syahadat :

1. Pengetahuan yang membatalkan kebodohan (Q.S Adz-Dzukhruf {43} : 86)

2. Keyakinan yang menghilangkan keraguan (Q.S Al-Hujuurat {49} : 15, Q.S Muhammad {47} : 18)

3. Keikhlasan yang menghilangkan sirik (Q.S Al-Kahfi {18} : 110 & Q.S Al-Bayyinah {98} : 5)

4. Kebenaran yang menghilangkan kedustaan (Q. S Al-Ahzab {33} :23-26 & Q. S Al-Baqarah {2} : 8-9)

5. Rasa cinta yang menghilangkan kemarahan dan kebencian (Q. S Al-Maidah {5} : 54 & Q.S Al-Baqarah {2} : 165)

6. Penerimaan yang menghilangkan penolakkan (Q. S Al-Ahzab {33} : 36 & Q. S An-Nisaa {4} : 65)

7. Kepatuhan yang menolak keingkaran (Q. S An-Nuur {24} : 51)

Point satu sampai 7, jika kita semua berusaha untuk mengamalkan nya maka akan menghasilkan ridho dengan Allah, Rasul dan segala ketetapan hidup. (9:24)

Semoga kita termasuk hamba yang sudah memaknai syahadat kita, memahami dan mengamalkannya. Semoga kita termasuk hamba yang ridho dengan Allah, Rasul dan ketetapan hidup. Semoga ridho dan cinta Allah senantiasa menaungi kita.

Semoga bermanfaat ^_^

Sumber : catatan mabit dari kajian bersama Ust. Salim A Fillah dan catatan liqo

-Int-

0 comments:

Poskan Komentar