Rabu, 23 April 2014

Pendakian pertama (Gn. Gede)

Setelah liburan ke Pulau Kelapa, beberapa minggu berikutnya saya mendapat kesempatan untuk merasakan yang namanya "Nanjak" a.k.a Naik Gunung. Hhahahaa.. Jadi ceritanya berawal dari rencana liburan kuliah karena kakak kelas kita mau wisuda. Yaa, 11-12 Maret beberapa teman-teman elektro18 merencanakan berlibur ke Gunung Papandayan.

Satu per satu, dari persiapan pribadi sampai persiapan tim kami siapkan. Sibuk koordinasi ini itu. Taraaa, ternyata H-1 acara ke Papandayan dibatalkan. Heuheuheu, sedih sempet. Dan cari-cari pengganti teman yang jadi guide. Maklum, dari 6 orang hanya 1 yang pernah mendaki dan pernah kesana. Dan ternyata karena pekerjaan di kantornya, Mas Danang berhalangan ikut ke Papandayan. Dan sampai sore kami pun tidak mendapatkan guide. Terlalu berani untuk tetap melanjutkan kesana tanpa pendamping yang berpengalaman.

Hingga akhirnya, Febri mendapat rombongan dari Abangnya, Bang Dedi. Dan saya beserta Febri bisa ikut mereke. Tapi bukan ke Papandayan, melainkan Gn. Gede. Hhehee..

Ok, karena persiapan udah terlanjur selesai, akhirnya kami berdua bisa ikut kesana. 

Seruuuuuuuu, serius ini perjalanan seru banget. Dimulai dari pulang kerja, ngambil perlengkapan, terus ke terminal blok-m janjian sama Febri. Setelah itu kita berdua ke terminal kampung rambutan untuk bertemua dengan kelompok pendakian ke Gn. Gede ini.

Baiklah, kami pun berkenalan dengan tim. Ada Mba Eli, wanita keren ini yang saat pendakian saya sedikit bertanya. Ternyata Mba Eli sudah sering nanjak, dan udah pernah ke Semeru juga :3

Ada Mba Lola, yang seneng banget foto-foto, mungkin karena memang hobi nya photografi. Ada Bang Dedy, Bang Rizal, Mas Endang dan Mas Prasta. Ada Mba Novi yang juga termasuk agak newbie dalam dunia hiking, ehh tapi Mba Novi udah yang pendakian kedua kali ini.

Terus ada juga Bang Dayat, yang lebih lama nemenin kita bertiga (Intan, Febri dan Mba Lola). Iya, kita ber4 seperjuangan lah ceritanya.

Jadi karena kami sudah merasa lelah, dingin karena pakaian sudah basah, dll. Akhirnya kita berempat utk menghentikan perjalanan saat itu. Kita nge-camp di post Kandang Badak. Hhahaa, ini bukan karena banyak badak disana. Tapi kata penduduk sekitar (yang lagi jualan popmie dan minuman hangat), dulu tempat ini tempat penangkaran badak. Tapi sekarang sudah direlokasi badak-badaknya. Selagi kita berempat menyiapkan tenda, ehh Bang Dayat sama Mba Lola ding yang nyiapin dan ngebangun tenga :D. hhahaa.. Tim yang lain (read : Mba Eli, dkk) melanjutkan pendakian, karena mereka memang mau camp di Alun-alun Suryakencana.

Selesai tenda berdiri, kami berbesih diri, rapih-rapih. Terus shalat, dan tidur! Hhahaa.. Di tenda kecil itu, kita berempat tidur. Ada mungkin sekitar jam 5 sore, kami tidur. Sampai akhirnya Bang Dayat keluar untuk masak. Dan Febri serta Mba Lola ikut makan dan memasak. Sedangkan saya? Karena sudah terlalu lelah, dan persiapan untuk melanjutkan pendakian besok pagi, saya memutuskan untuk tetap melanjutkan tidur :p

Ahh iya, saat pendakian, seperti nya saya yang lebih banyak tidur dibandingkan yang lain. Gimana ga? Karena saya berjalan mengikuti Mba Eli, jadi sampai lebih awal dibandingkan beberapa anggota tim. Sambil menunggu mereka, saya pun tiduran di jalan. Hhehehee,, asik dan seru, tidur tak beralaskan, memandang pepohonan hijau, dan udara dingin yang menusuk tulang. Yaa, emang disana dingin banget :3

Sampai proses pembakaran tubuh pun terlihat, keluar asap dari badan-badan kita saat kita istirahat sejenak.

Ok, lanjut dari kisah di tenda. Kami bertiga tidur di tenda, dan Bang Dayat diluar. Ternyata ga muat tenda nya untuk berempat. Kasian Bang Dayat kedinginan ga pake sleeping bag pula :|
Tapi kita cewek bertiga tidur nyenyak di tenda, sampai jam 2 pagi. Kami bangun, bersiap untuk mendaki ke Puncak Gn. Gede. Setengah 3 pagi, kita berempat melakukan perjalanan ke puncak. Dengan membawa senter masing2. Bang Dayat membawa daypack , saya, yang kami isi beberapa botol air minum dan makanan.

Oia, nambahin yang terlewat sedikit. Pendakian ke Gn. Gede saya dan teman-teman harus melalui beberapa pos. 
Pos pertama, Air Terjun Cibereum, ini beberapa KM dari tempat pendaftaran. 
Lalu pos kedua, Kandang Batu, berikutnya post Air Panas.
Yang ini agak serem dikit, samping kanan tempat air terjun kebawah, hanya dibatasi oleh tali, dan di kirim sumber air panas. Meski udah pakai sepatu, tetep aja air namanya air panas, berasa panas kena kaki. Hhahaa, sama kaya rasa air termos terus ngenain badan.

Abis itu pos Kandang Badak, tempat saya ngecamp. Setelah itu perjalanan ke puncak. Sedikit info, pendakian gn. gede ini punya kemingiran yang lumayan lahh, menurut pemula seperti saya.

Yaa, setengah tiga pagi dari Kandang Badak, kita jalan ke Puncak. Tanjakan dan kemiringan trek yang harus kita lewati ternyata mudah ga mudah. Dan karena saya sudah tidur cukup, jadi lebih fit :p

Berjalan paling depan dari kita berempat, dan saat sudah terlalu cepat, lagi-lagi saya tidur tanpa alas di hutan terbuka, dan ini malam hari. Hhahaa.. Perlahan kami lanjutkan perjalanan, sampai bertemu dengan kelompok2 lain. Saling bantu dan saling sapat diperjalanan, meski belum saling mengenal. Ini satu dari banyak pelajaran yang saya suka dari pendakian.

Sampai kami tiba di pos Tanjakan Setan. Hmm, sempet nanya, ini kenapa dibilang tanjakan setan? Apa ada makhluk lain disini? Ternyata tidak, tapi karena di trek ini kemiringan yang harus kita lalui lebih curam, gimana ga? Orang kita harus nanjak, kaya wall climbing gitu. Tapi sebenernya ada jalur lain sii, muter, tapi agak lebih jauh. Ehh tapi kita udah terlanjur milih jalur ini.

Berhasil kita lalu tanjakan setan, dengan saling bantu dari tim lain. Disitu ada langit terbuka. Saya terpukau dan terpana oleh pesana nya. Yaa, ini indah! Subhanallah.. Allahu akbar. Bintang gemintang, dipadu kemerlap lampu di bawah perkampungan di puncak. Langit terlihat lebih dekat, kemerlip bintang seolah mengajak ku tersenyum. ini indah! dan aku semakin dibuat jatuh cinta oleh alam :')

yaa, lanjut dulu yaa perjalanannya. Sampai sekitar jam 6an pagi, kita sampai di Puncak. Masya Allah, kami sudah tiba di ketinggan 2984 Mdpl. alhamdulillah. Allahu Rabb, ini indah sekali. Dan saat itu cuaca sedang berkabut, jadi kita ga kebagian sunrise. Hhhhehee..

Dari puncak, setelah foto2, kita turun ke alun-alun suryakencana. niat awalnya mau ketemuan sama tim kita, tapi ternyata ga ketemu.

Yaudah, sedikit melihat padang luas, dan edelweis kami duduk beristirahat. Sedikit sayang, karena edelweis atau bunga keabadian saat itu masih kuncup.

Terus setengah 10 kami memutuskan untuk kembali ke tenda. Sekitar jam 12 lewat sampai di tenda, tetangga tenda pun menawarkan utk makan bersama. Kita masak2! Masak mie goreng, bihun rebus, dan goreng sosis beserta rekan nya. Ehh, sama masak sarden juga ding. Kami ber7 pun makan bersama. Selesai makan, kami rapih-rapih diri, rapihin tenda. Terus sekitar jam 1 bersiap utk pulang. Dan ternyata kami bertemu dengan tim awal, tapi masih menunggu Mas Prasta dan Mba Novi. Mas Prasta agak lama, karena kaki nya keram.

Ok, perjalanan turun pun kami mulai 02.30. Saya sampai di bawah sekitar 18.45an. Karena saya terpisah dengan tim, karena takut keburu gelap, jadi ikut rombongan lain. Dan kenalan lagi sama tim baru. Hhehee

Udah dulu cerita nya yaa, mau lanjut kerja
-int-

0 comments:

Poskan Komentar