Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu atau Harapan?

Aku? Aku hanya seorang yang bisa saja rapuh, Rapuh dalam meniti langkah untuk bertemu dengan Mu, Rapuh dalam menjaga arah agar terus berada dalam lintasan ridhoMu, Rapuh dalam menata hati yang seharusnya hanya ada Engkau, hati yang tak sepantasnya merasakan rasa pada seseorang yang belum halal untuk ku. Aku pun terkadang dibuat tak mampu mamahami, Apa ini Rindu? Atau ini hanya Harapan semu dari ku? Aku hanya mampu berdoa meminta kepada Mu, Tunjukkan aku jalan yang Engkau ridhoi, Tuntun aku untuk terus berada dalam gerbong keridhoan dan kasih sayang Mu. Jika hati ini salah merasa,  bantu aku netralkan rasa ini, agar hanya ada satu cinta yang bersemayam, untuk dia yang halal dan atas ridhoMu yaa Rabb, Jika hati ini salah berharap, bantu aku agar tak terus terjerumus dalam gelimang harap yang tak pasti. Jaga aku, jaga pula iman nya. Biar rindu ini hanya aku dan Engkau yang tau, Meski hati harus menjerti memanggil nama nya, Berharap hati nya merasakan apa yang ...

kasih & sayang

Sesungguhnya apabila seorang suami memandang istrinya (dengan kasih & sayang) dan istrinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari istrinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya". ( HR. Abu Sa'id )

Permanent atau OS

Assalamu'alaikum. Bismillahirrahmaanirrahiim. Intannya lagi pingin cerita tentang pengalaman kerja. Udah tiga taun lebih 5 bulan kurang lebih saya bekerja di suatu perusahaan telekomunikasi. Perusahan operator (merah kuning biru). Tapi saya bekerja dibawah perusahaan outsourching (BPL).  Dari awal merintis karis, dari salary sekian sampai perlahan naik-naik hingga sekian. Yang alhamdulillah, dari pendapatan tersebut saya harus bisa memanage uang saya untuk biaya kuliah sendiri, untuk kehidupan saya, untuk ongkos, dan untuk membantu orang tua. Ditambah sekarang biaya hidup lebih dari biasanya, karena udah jadi anak kost-an :p Dari pengalaman kerja sejauh ini juga, saya belajar dari yang awal kerja pulang ontime terus jam 4 teng! Sampe sekarang yang harus susah nyari kesempatan pulang sore lagi.  Perjalanan karir dari mulai pindah-pindah tim dan divisi, bahkan sampai pindah ke lain grup, dan direksi juga ding. Hhahaa, pindah sii, tapi kerjaan nya ikut kebawa...

Anak Kost!

Assalamu'alaikum. Bismillahirrahmaanirrahiim. Semoga mulai hari dan berikutnya saya bisa kembali aktif menulis di blog ini. Hhehee, Baiklah, sedikit ingin bercerita mengenai pengalaman hidup saya satu bulan kebelakang. Jadi ceritanya mulai pertengahan februari 2014 kemarin, saya memutuskan untuk ngekost. Hhahaa, intan jadi anak kosan? Tinggal di Jakarta juga, pake kost? Rumah ga jauh juga pake kost? Yaa, kira-kira seperti itu tanggapan beberapa teman tentang ngekost nya saya. Sebenarnya ada beberapa alasan yang mendorong saya untuk memutuskan belajar tidak lagi tinggal dengan Mama. Heuheuheu, berat sii awalnya. Apalagi mama juga belum bisa sepenuh hati ngelepas anaknya. Tapi pelan-pelan belajar lahh. Dan mama juga udah mulai bisa nerima dan sering kasih nasihat untuk anaknya. Ok, jadi anak kost artinya hidup lebih mandiri. Dari cuci baju sendiri, gosok baju sendiri, bebenah kamar sendiri, semuanya serba sendiri. Harus bisa beradaptasi dan mencoba memahami bagai...

Kuliah Semester 5

Periode agustus 2013 sampai februari 2014 kemarin adalah periode awal aku kuliah lagi (setelah cuti satu semester). Jadi seharusnya intan itu udah semester 6, tapi karena cuti baru selesai semester 5 deh. Hhehee.. Nah, kuliah semester 5 kemarin adalah hal yang something interest untuk aku. Kenapa? Karena semester 5 selain kuliah awal lagi setelah cuti, aku serasa berkelana. Yaa, berkelana dari kelas ke kelas. Kali ini aku harus berpisah dengan teman teman di elektro 18. Gabung dengan kelas dari D3, kelas dari angkatan 21, dan kelas dari kakak kelas lain. Jadi itu semua terjadi karena aku yang telat isi KRS. KArena telat bayar, dan isi KRS kelas di semester 5 kemarin pun di isi dengan kelas-kelas dari semester yang bukan seharusnya. Maklum, kalo udah mepet penutupan pengisian KRS udah banyak yang penuh kelasnya. Di mulai dari perkuliahan hari sabtu, dari setengah 2 siang sampe jam 9 malam. Mana lagi 3 mata kuliah hari sabtu adalah mata kuliah hitungan. Pertama Telekomunikas...

Sahabat

Bahagia itu sederhana, sesederhana persahabatan ini. 3 tahun lebih yang lalu, pasti berbeda dengan hari ini. Bukan karena aku baik, atau kamu baik lalu kita bersahabat. Tapi karena sahabat adalah jalan dimana kita sama-sama belajar menjadi baik. Karena sahabat adalah ikatan yang menghilangkan kata "aku" atau "kamu" menjadi "KITA". Karena sahabat adalah tempat untuk kita berjuang bersama menggapai ... ridhoNya. Yaa, bahagia itu sederhana, sesederhana kebersamaan kita. Meniti langkah bersama di jalan yang tak selamanya lurus tanpa liku, jalan yang tak terus halus tanpa krikil. Karena jika jalan ini mudah, dimana letak perjuangan? Yaa, bahagia itu sederhana, sesederhana Allah berikan kamu sahabat ku. Bersama melewati setiap potongan episode kehidupan yang terkadang perlu waktu tak sedikit untuk menemukan cara memaknainya. Karena jika cara ini mudah, dimana letak persahabatan?   Ana uhibbuki fillah :')     -int-

Belum Bisa Ikut SP

Hai hai hai, hhehee.. Masih aja aku belum bisa manage waktu untuk rutin nulis. Belum lagi semester ini aku masih harus belajar manage waktu lagi untuk kuliah dan kerja.  Sekarang kerjaan lagi terasa banyak, sampai-sampai aku merasa bersalah karena ga bisa full nemenin amel belajar lagi. Sempat dia protes dan bertanya "kapan ka pulang sore lagi? ngajarin adek lagi? Kakak hari ini pulang kerja jam berapa? dll" Dan pertanyaan-pertanyaan itu membuat ku #jleb. Kakak macam apa aku? Baiklah, tentang itu, in syaa Allah akan ku perbaiki di semester dua nya. Nanti yaa dek, kakak pulang jam 4 in syaa Allah dari kantor. Besok-besok dan seterusnya akan kakak usahakan pulang lebih awal supaya kita bisa belajar. Kembali ke topik awal. Jadi ceritanya semangat kuliah semester ini mulai hadir lagi. Dan aku ingin sekali 2015 sudah menjadi sarjana. Hitung-hitung jumlah SKS dan berapa lama lagi yang harus ku lalui. Kemungkinan kalau lulus normal akhir 2015 atau awal 2016 baru ...