Langsung ke konten utama

Postingan

Kuliah Semester 5

Periode agustus 2013 sampai februari 2014 kemarin adalah periode awal aku kuliah lagi (setelah cuti satu semester). Jadi seharusnya intan itu udah semester 6, tapi karena cuti baru selesai semester 5 deh. Hhehee.. Nah, kuliah semester 5 kemarin adalah hal yang something interest untuk aku. Kenapa? Karena semester 5 selain kuliah awal lagi setelah cuti, aku serasa berkelana. Yaa, berkelana dari kelas ke kelas. Kali ini aku harus berpisah dengan teman teman di elektro 18. Gabung dengan kelas dari D3, kelas dari angkatan 21, dan kelas dari kakak kelas lain. Jadi itu semua terjadi karena aku yang telat isi KRS. KArena telat bayar, dan isi KRS kelas di semester 5 kemarin pun di isi dengan kelas-kelas dari semester yang bukan seharusnya. Maklum, kalo udah mepet penutupan pengisian KRS udah banyak yang penuh kelasnya. Di mulai dari perkuliahan hari sabtu, dari setengah 2 siang sampe jam 9 malam. Mana lagi 3 mata kuliah hari sabtu adalah mata kuliah hitungan. Pertama Telekomunikas...

Sahabat

Bahagia itu sederhana, sesederhana persahabatan ini. 3 tahun lebih yang lalu, pasti berbeda dengan hari ini. Bukan karena aku baik, atau kamu baik lalu kita bersahabat. Tapi karena sahabat adalah jalan dimana kita sama-sama belajar menjadi baik. Karena sahabat adalah ikatan yang menghilangkan kata "aku" atau "kamu" menjadi "KITA". Karena sahabat adalah tempat untuk kita berjuang bersama menggapai ... ridhoNya. Yaa, bahagia itu sederhana, sesederhana kebersamaan kita. Meniti langkah bersama di jalan yang tak selamanya lurus tanpa liku, jalan yang tak terus halus tanpa krikil. Karena jika jalan ini mudah, dimana letak perjuangan? Yaa, bahagia itu sederhana, sesederhana Allah berikan kamu sahabat ku. Bersama melewati setiap potongan episode kehidupan yang terkadang perlu waktu tak sedikit untuk menemukan cara memaknainya. Karena jika cara ini mudah, dimana letak persahabatan?   Ana uhibbuki fillah :')     -int-

Belum Bisa Ikut SP

Hai hai hai, hhehee.. Masih aja aku belum bisa manage waktu untuk rutin nulis. Belum lagi semester ini aku masih harus belajar manage waktu lagi untuk kuliah dan kerja.  Sekarang kerjaan lagi terasa banyak, sampai-sampai aku merasa bersalah karena ga bisa full nemenin amel belajar lagi. Sempat dia protes dan bertanya "kapan ka pulang sore lagi? ngajarin adek lagi? Kakak hari ini pulang kerja jam berapa? dll" Dan pertanyaan-pertanyaan itu membuat ku #jleb. Kakak macam apa aku? Baiklah, tentang itu, in syaa Allah akan ku perbaiki di semester dua nya. Nanti yaa dek, kakak pulang jam 4 in syaa Allah dari kantor. Besok-besok dan seterusnya akan kakak usahakan pulang lebih awal supaya kita bisa belajar. Kembali ke topik awal. Jadi ceritanya semangat kuliah semester ini mulai hadir lagi. Dan aku ingin sekali 2015 sudah menjadi sarjana. Hitung-hitung jumlah SKS dan berapa lama lagi yang harus ku lalui. Kemungkinan kalau lulus normal akhir 2015 atau awal 2016 baru ...

Intinya Aku Pilih RM

Ingin sedikit cerita tentang apa yang tengah terjadi. Beberapa waktu lalu, kegalauan menghampiri ku. Dihadapkan oleh dua pilihan yang jika datang pilihan ketiga, mungkin aku akan memilih pilihan ketiga itu. Tapi sayang, hanya ada dua pilihan itu. Karena aku berharap pilihan ketiga saat itu adalah ada seseorang yang datang ke rumah menemuni mama, lalu berkata "ibu, bolehkah saya meminang anak ibu, untuk jadi teman hidup saya, menjalani sisa kehidupan bersama, melahirkan generasi-generasi yang baik, dan kami sama-sama menggapai harapan (surga Allah berikan kepada kami atasa ridhoNya). Sudahlah, mungkin belum saat ini waktunya. Aku masih harus terus belajar dan memperbaiki diri, memperbaiki niat, dan menjalani kepingan episode yang harus ku lalui tanpa nya (dahulu). Di kantor tepatnya, beberapa waktu kemarin aku harus memilih satu dari dua pilihan yang ada. Kembali ke divisi yang dulu (RM) atau bertahan di divisi sekarang (WHD) tapi dengan pekerjaan baru yang masih belum jel...

Pertemuan dan Perpisahan

Yang namanya "pertemuan" itu sudah Allah berikan sepaket dengan "perpisahan" untuk kita. Entah cepat atau lambat, tak peduli menyenangkan atau menyedihkan.  Mau tidak mau, suka tidak suka, pertemuan memang selalu menggandeng perpisahan.  Yang perlu kita fahami, perpisahan itu bukan berarti tak bisa lagi bersama.  Jarak takkan mengecilkan cinta jika hati terpaut oleh cintaNya.  Ambil hikmah dari setiap pertemuan dan perpisahan yang datang pada kita.  Semoga kelak, Allah ridhoi kita bersama dalam dunia yang abadi, di tempat terindahNya, yaitu surga :') -int-

Kisah Cinta Klasik

Apakah masih mungkin kita mengalami haru-biru kisah perasaan? Merasakan semua kebahagiaan? Karena jadinya nggak boleh pacaran, nggak boleh berduaan, nggak boleh macam-macam? Jawabannya, tentu saja masih. Absolut. Mutlak. Masih. Akan saya ceritakan sebuah kisah klasik tentang cinta. Tidak detail--karena tentu saja yang tahu detail adalah yangbersangkutan, dan saya takut salah menceritakannya, tapi cukup untuk memberikan gambaran, bagaimana ketika pemahaman baik membungkus sebuah kisah cinta. Adalah seorang pemuda, tinggal dan dibesarkan oleh anak pamannya. Sejak kecil dia selalu dekat dengan orang yang mendidiknya ini, malah jadi favorit dan dalam berbagai kejadian amat sangat diandalkan oleh orang yang mendidiknya. Pemuda ini tumbuh besar, gagah, pintar, cemerlang. Banyak sekali gadis yang naksir padanya. Siapa tidak? Tapi pemuda ini punya rahasia kecil, dia jatuh cinta pada seorang gadis? Siapa gadis itu? Gadis itu adalah anak dari orang yang telah mendidiknya sejak kecil. Me...

Misteri Shalat Subuh

Assalamu'alaikum..   Misteri Shalat Subuh berikut adalah rangkuman dari materi liqo pekan kemarin (Sabtu, 23 November 2013). Dimana materi ini di ambil dari bedah buku "Misteri Shalat Subuh, penulis : DR. Raghib As-Sirjani; penerbit : Aqwam"   Shalat Subuh merupakan ujian keimanan bagi orang mukmin dari Allah SWT. Kenapa? Karena shalat subuh dan shalat isya' merupakan shalat yang paling berat bagi orang munafik, dan ini ditegaskan dalam hadits berikut :   Rasulullah -sallallahu'alaihiwasallam- bersabda : "Seberat-berat shalat bagi orang-orang Munafik adalah shalat Isya' dan shalat Subuh, seandainya mereka mengetahui (kebaikan2) yang ada didalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya (shalat) itu walau harus merangkak." (Shahih - HR. Bukhari-Muslim)   Dimana ujian itu adalah sesuatu yang sulit dan bukan sesuatu yang mustahil. Artinya, jika itu tidak sulit maka bukan ujian. Dan jika itu mustahil untuk digapai maka itu pun bukan uji...