Langsung ke konten utama

Biarkan Hati Memilih

Malam indah ini ditemani rintik hujan, terpikir ku dalam diam bermuhasabah diri. Apa yang sudah ku lakukan selama ini. Amal baik kah atau amal buruk terbanyak yang pernah ku lakukan? bermanfaat kah atau merugikan orang-orang yang ada disekitar diri ini? Bertambah banyak kah ilmu ku atau justru berkurang karena terlupakan? Sudah banyak kah hafalan al-qur'an ku? Sudah banyak kah buku buku islam yang ku baca? Sudah seberapa besar pemahaman ku atas agama ini? Sudah seberapa jauh pengamalan ku atas apa yang Allah perintahkan untuk hambaNya? Sudah kah sempurna sunnah Rasul ku jalani? Sudah kah aku menjadi hamba yang Allah ridhoi? Sudah kah aku menjadi hamba yang Allah cintai? Sudah kah orang-orang disekitarku mencintai ku karena Allah?

Malam ini, biarkan terus ku berpikir, merenungi semua nya, merenungi hidup ku, merenungi setiap pilihan yang datang agar bisa ku pilih dengan hati. Derasnya hujan menemani malam ku, dalam sepi dengan suasana hati yang entah mengapa seperti ini. Tak mengerti ku akan perasaan hati ku ini.

Biarkan hati yang memilih, yah hati, biarkan hati ku yang memilih, jangan hanya pikirkan dengan otak mu tapi rasakan dengan hati mu. Itu yang terus harus ku yakinkan diri agar bisa hati ku berbicara, agar bisa hati ku menguasai pikiran ku apa yang harus ku pilih dan apa yang harus ku lakukan.

Aku intan hanya wanita biasa, tapi aku ingin aku menjadi wanita biasa yang tak biasa. Terus mencari ilmu, ilmu agama ku agar besar pemahaman ku atas agama ku, agar banyak pengamalan agama ku karena paham ku. Agar Allah ridho akan diri ku, agar Allah cinta akan diri ku, agar aku menjadi bagian dari umat Rasulullah yang kelak mendapat syafaatnya. Tentang Rasulullah baru saja ku baca dari blog kaka kelas ku, terpikir ku, sudah kah amala-amalan sunnah Rasul ku lakukan? Sudah kah aku melanjutkan perjuangan dakwahnya?

Ini yang menghantui pikiran ku, yang membuat hati ku terus bertanya-tanya, yang bayangnya menguasai dan berhasil membuat resah ku. Dibina dan membina, dikenalkan dan mengenalkan, diingatkan dan mengingatkan, dibagi dan berbagi, belajar dan mengajarkan. Begitulah islam mengajarkan, dakwah di jalan Allah, melanjutkan perjuangan rasulullah. Itu semua yang seharusnya bisa ku lakukan.

Tapi aku rapuh, aku lemah, aku tak mengerti akan apa yang kini menganggu ku. Yang aku tau, hati kecil ku ingin aku terus melanjutkan ini semua, tapi pikir ku aku tak sanggup. Ya Allah, apa yang harus ku lakukan. Bukan kah aku hambaMu yang begitu lemah. Pantaskah aku untuk melanjutkan ini semua. Menyambung gerbong dakwah di SMK Telkom SPJ, untuk agama ku, untuk diri ku, untuk adik2 kelas ku. Malu aku akan diriku, begitu banyak dosa ku lakukan, begitu sering khilaf ku.

Melalui Rohis SMK Telkom Engkau celupkan aku dalam indahnya ukhuwah yang saling mencintai karena Mu. Engkau dekatkan aku dengan agamaMu yang dibawa oleh Rasulullah, manusia yang paling Engkau cintai. Engkau bawa aku turut serta dalam rantai dakwah jalan ridhoMu. Engkau ajari ku hakikat taqwa, saling mencintai karenaMu, berbahagia karena dapat merasakan manisnya iman, kuat karena sekeliling ku orang-orang shaleh yang Engkau ridhoi dan cintai. Karena Mu, karena aku mecintai RasulMu dan ingin terus tergabung melanjutkan dakwahnya, karena cinta ku pada Rohis SMK Telkom. Kuatkan hati ku untuk bilang ::ya, ya untuk lanjutkan, lanjutkan dengan terus perbaikan::.

Tapi aku tak bisa terus meyakinkan diri ku untuk itu, hati tak sekuat yang ku kira, bisa kah ku jalani ini. Sedang diri ini masih bermasalah, perbaikan diri pun belum sepenuhnya berhasil, kepingan hati ini pun belum utuh terpasang, kekuatan dan keyakinan pun belum seutuhnya bisa mengendalikan agar hati ini yang berkuasa bukan otak.

Biarkan hati yang memilih. Kuat intan harus kuat, bisa intan pasti bisa. Sedikit lagi. Yakinlah, semua tak akan sulit, semua akan lebih indah, dan jalan ini bukan jalan main-main. Bukankah tujuan Allah menciptakan mu untuk beribadah, melaksanakan semua perintah Nya. bukankah tujuan hidupmu menggapai ridhoNya, melakukan yang hanya Allah ridho atas apa yang kau lakukan. Bukan kah kau tau itu intan, kau pegang dua hal itu selama ini. Biarkan hati yang memilih, kalah kan ego pikiran mu, jadilah manusia yang bermanfaat, sebaik-baik manusia yang bermanfaat untuk manusia yang lain, yang saling mengingatkan karena Allah, yang saling mencintai karena Allah. Bukankah kau bilang bersama orang-orang shaleh hidup mu lebih terasa indah, manisnya iman bisa kau rasakan karena ukhuwah islamiyah yang indah, kebahagiaan yang tak mudah di dapatkan.

Biarkan hati yang memilih, lanjutkan dengan iringi terus langkah perbaikan diri. Innallaha ma’ana. I love You Allah SWT, I love you Nabi Muhammad SAW, I love you Mama & Ayah, I love Rohis SMK Telkom, I love you Sahabat ku (Ika, Neni, Dwima, Ayyu, Tiara, Dinar, Ami, Bu Nurul, Nirmala, All akhwat angkatan 17, adek2 rohis ku, and all my friends), I love you all caused by Allah SWT).


-Int-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bekerja untuk Allah

"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.' ''(Q. S At-Taubah: 105)  Mari menyelami makna dari ayat Q. S At-Taubah: 105 ini. Menarik sekali, ayat ini menegur kita! Mengingatkan bahwasannya semua amalan memang seharusnya diniatkan karena Allah. Dan ayat tersebut bisa jadi tamparan keras untuk kita yang masih sering mengeluh dalam bekerja (termasuk saya pribadi). Hhehee.. Kenapa Masih Mengeluh Dalam Bekerja? Mungkin karena masih ada yang salah dalam niat kita, coba check kembali. Sudahkah niat kita bekerja karena Allah SWT? Ahh, bibir mungkin mampu berkata pada seluruh makhluk, "sudah, niat saya bekerja sudah karena Allah, insyaAllah" . Tapiii?? Kok hati masih sering menggerutu, protes kesana kemari karena banyaknya kerjaan y...

BTS

Tulisan kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai BTS dan perbedaan tower BTS antar operator di Indonesia. Berikut beberapa paparan mengenai BTS dari beberapa sumber : BTS adalah kependekan dari Base Transceiver Station . Dimana BTS berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain. Satu cakupan pancaran BTS dapat disebut Cell. Komunikasi seluler adalah komunikasi modern yang mendukung mobilitas yang tinggi. Dari beberapa BTS kemudian dikontrol oleh satu Base Station Controler (BSC) yang terhubungkan dengan koneksi microwave ataupun kabel optik. BTS adalah bagian dari peralatan yang memfasilitasi komunikasi wireless antara user equipment dan jaringan seperti GSM, CDMA, WLL, WAN, WiFi, WiMAX dll . BTS juga disebut sebagai radio base station (RBS), node B (di Jaringan 3G) atau cukup base station (BS). Singkatnya BTS berupa tower dimana terdapat antena yang mengirim dan menerima signal untuk komunikasi seperti selular (GSM, CDMA), Wi-Fi, ...

Telecommunication I’m In Love

Dulu, dulu yah dulu waktu jaman masih remaja, kira-kira waktu masa SMP kebawah, jaman dimana saya belum mengerti apa itu telekomunikasi sebenarnya. Tau nya HP bisa untuk telpon orang dengan jarak jauh, bisa sms juga. Ga ngerti, kok bisa yah jauh tapi tetep terhubung, ini nyambungnya pake apa yah. Halaah, pertanyaan yang ga penting untuk dicari tau jawaban nya. Yahh, kira-kira seperti itu buat orang yang masih awam dengan dunia telekomunikasi (maksudnya saya dijaman SMP kebawah). Kelas 3 SMP, ini nih masa-masa bingung (kalo ABG jaman sekarang bilang nya GALAU). Galau kenapa toh tan? Udah masuk SMK Telkom aja, kan sekolahnya bagus, disana tempat anak-anak pintar, udah gitu nanti lulus gampang cari kerja. Yahh, gitu deh iming2 orang tua, tetangga, dan saudara-saudara yang ngedorong untuk masuk SMK tersebut. Hadeuuh, telkom apa sih? Perusahaan telpon kan? Terus nanti belajar nya apa? Kerja nya ngapain? Lhaah, tapi kan temen-temen banyakan yang masuk ke SMA, terus nanti disana ga ada teme...