Langsung ke konten utama

Postingan

Sajak tentang Cinta

Benih nya tertanam, dalam, di palung hati. Perlahan tumbuh hingga kian membesar di hati. Akarnya menjalar, terus menyebar ke setiap pembuluh. Hingga mampu menggerakan setiap bagian dari tubuh. Tangan yang bekerja dalam kebaikan, Kaki yang melangkah semakin kuat, Mulut yang menguntai kalimat santun, Mata yang mampu melihat keindahan, Serta telinga yang menangkap kalimat penuh makna. Getarannya menggelorakan. Berdegub penuh semangat, bak genderang yang memacu jiwa, Yang membuat diri siap menghadang setiap rintangan yang datang. Serta percaya kemenangan akan didapat jika langkah tetap dalam taat. Apa, ini cinta? Ku rasa iya. Alunan nya merdu, mengajak diri mampu mengolah rindu. Tumbuhnya beriringan dengan tindak taqwa kepada penciptaNya. Pesonanya pun tak sekedar menyilaukan mata, tapi bercahaya indah, umpama rembulan yang menerangi gelapnya malam. Apa, ini cinta? Ku rasa iya. -int-

Izinkan aku hidup (sekali lagi)

Aku tau kemarin adalah masa lalu, Aku tau bahwa hari ini tengah terjadi, Dan aku tau, bahwa besok adalah harapan, Seperti baru kemarin aku terlahir di dunia ini, Belajar menguatkan kaki untuk dapat berjalan dan berlari, Meski harus tertatih di awal, Ahh, tak hanya di awal, sampai kini pun sejatinya aku masih tertatih dalam melangkah, Seperti baru tadi pagi aku datang ke dunia ini, Mencoba membuka mata lebih lebar, Agar dapat melihat dunia dan seisinya, Dan itu semua takkan pernah terjadi tanpa kehendak dan izinNya. Baiklah, nyatanya waktu terus berjalan, Sadar atau tak sadar, Mau atau tak mau, Kematian itu sebuah kepastian. Sampai langkah terasa lelah, Sampai pandangan jadi meredup, Sampai akhirnya jantung tak mau lagi berdegub, Dan [lagi] itu semua hanya terjadi atas kehendakNya. Meski kita tak pernah tau kapan waktu itu datang, Meski kita tak pernah tau dimana tempat kita berakhir, Meski kita tak pernah tau sedang apa diri ini saat Izrail...

Pendakian pertama (Gn. Gede)

Setelah liburan ke Pulau Kelapa, beberapa minggu berikutnya saya mendapat kesempatan untuk merasakan yang namanya "Nanjak" a.k.a Naik Gunung. Hhahahaa.. Jadi ceritanya berawal dari rencana liburan kuliah karena kakak kelas kita mau wisuda. Yaa, 11-12 Maret beberapa teman-teman elektro18 merencanakan berlibur ke Gunung Papandayan. Satu per satu, dari persiapan pribadi sampai persiapan tim kami siapkan. Sibuk koordinasi ini itu. Taraaa, ternyata H-1 acara ke Papandayan dibatalkan. Heuheuheu, sedih sempet. Dan cari-cari pengganti teman yang jadi guide. Maklum, dari 6 orang hanya 1 yang pernah mendaki dan pernah kesana. Dan ternyata karena pekerjaan di kantornya, Mas Danang berhalangan ikut ke Papandayan. Dan sampai sore kami pun tidak mendapatkan guide. Terlalu berani untuk tetap melanjutkan kesana tanpa pendamping yang berpengalaman. Hingga akhirnya, Febri mendapat rombongan dari Abangnya, Bang Dedi. Dan saya beserta Febri bisa ikut mereke. Tapi bukan ke Papandayan, me...

Sajak

Ada kata yang belum seharusnya ku lisankan, Ada makna yang saat ini mungkin hanya aku dan sang Pencipta ku yang tahu, Ada rasa yang belum selayaknya diketahui... Aku hanya mampu menjadi perindu dalam diam, Menyebut nama nya dalam doa, Menyampaikan rindu lewat untaian permohonan doa kepadaNya, Lindungi dia, jaga imannya, jaga dirinya, dan mudahkan kehidupannya, serta sayangi dan jadikanlah dia hamba yang Engkau hiasi harinya dengan keridhoanMu yaa Allah... -int-  

Rindu atau Harapan?

Aku? Aku hanya seorang yang bisa saja rapuh, Rapuh dalam meniti langkah untuk bertemu dengan Mu, Rapuh dalam menjaga arah agar terus berada dalam lintasan ridhoMu, Rapuh dalam menata hati yang seharusnya hanya ada Engkau, hati yang tak sepantasnya merasakan rasa pada seseorang yang belum halal untuk ku. Aku pun terkadang dibuat tak mampu mamahami, Apa ini Rindu? Atau ini hanya Harapan semu dari ku? Aku hanya mampu berdoa meminta kepada Mu, Tunjukkan aku jalan yang Engkau ridhoi, Tuntun aku untuk terus berada dalam gerbong keridhoan dan kasih sayang Mu. Jika hati ini salah merasa,  bantu aku netralkan rasa ini, agar hanya ada satu cinta yang bersemayam, untuk dia yang halal dan atas ridhoMu yaa Rabb, Jika hati ini salah berharap, bantu aku agar tak terus terjerumus dalam gelimang harap yang tak pasti. Jaga aku, jaga pula iman nya. Biar rindu ini hanya aku dan Engkau yang tau, Meski hati harus menjerti memanggil nama nya, Berharap hati nya merasakan apa yang ...

kasih & sayang

Sesungguhnya apabila seorang suami memandang istrinya (dengan kasih & sayang) dan istrinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari istrinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya". ( HR. Abu Sa'id )

Permanent atau OS

Assalamu'alaikum. Bismillahirrahmaanirrahiim. Intannya lagi pingin cerita tentang pengalaman kerja. Udah tiga taun lebih 5 bulan kurang lebih saya bekerja di suatu perusahaan telekomunikasi. Perusahan operator (merah kuning biru). Tapi saya bekerja dibawah perusahaan outsourching (BPL).  Dari awal merintis karis, dari salary sekian sampai perlahan naik-naik hingga sekian. Yang alhamdulillah, dari pendapatan tersebut saya harus bisa memanage uang saya untuk biaya kuliah sendiri, untuk kehidupan saya, untuk ongkos, dan untuk membantu orang tua. Ditambah sekarang biaya hidup lebih dari biasanya, karena udah jadi anak kost-an :p Dari pengalaman kerja sejauh ini juga, saya belajar dari yang awal kerja pulang ontime terus jam 4 teng! Sampe sekarang yang harus susah nyari kesempatan pulang sore lagi.  Perjalanan karir dari mulai pindah-pindah tim dan divisi, bahkan sampai pindah ke lain grup, dan direksi juga ding. Hhahaa, pindah sii, tapi kerjaan nya ikut kebawa...