Langsung ke konten utama

Postingan

Jalan Bahagia

Karena bahagia itu dekat, ada pada hati yang bersyukur.   Alhamdulillah, Allahu Rabb, terima kasih atas segala nikmatMu yang tak terhitung untuk ku. Ahh, tak hanya untuk aku, Engkau Maha Adil, semua ciptaanMu, Engkau beri kenikmatan yg teramat sangat luar biasa. Namun kami lalai, kami khilaf, kami banyak tak menyadari, dan kami sering tak bersyukur. Astaghfirullah, ampuni kami ya Rabb. Tetapkanlah hati ini pada ketaatan, dan jangan palingkan hati kami pada kemunkaran setelah taat bersemayam.   Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan? Q. S Ar-Rahman : 13 Iya, bahagia itu dekat, ada pada hati yang bersyukur. Karena sering kita tak sadar, karena sering kita lupa. Ketika kita merasakan sedih, mendapat masalah, kecewa karena suatu hal, dll. Mungkin itu semua tipu daya syetan yang tak pernah jera menggoda kita, hingga akhirnya kita menjadi teman mereka, yang akan menemani mereka di neraka kelak. naudzubillah. Iya, seolah dunia runtuh, seolah langit bergemur...

Delivery Order | 배달 주문

Berhubung siang ini lagi ga ada agenda kajian, berhubung siang ini ga ada agenda makan siang, dan berhubung lagi sumpek sama kerjaan. Let's writing ~^o^~ Hhehee, Kerja yuk kerja, bekerja itu harusnya kita niatkan karena Allah. Jadikan bekerja itu sebagai satu dari banyak cara yang harus kita lakukan agar Allah ridho kepada kita. Buat saya "BAHAGIA ITU DEKAT | ADA PADA HATI YANG BERSYUKUR". Yups, manakala kita senantiasa bersyukur, maka rasa kecewa, sedih, dll bisa terhapuskan. Meskipun secara kasat mata masih terlihat, tapi rasa-rasa tak baik tersebut seolah sudah menghilang dari diri kita. So, ingat yah kunci bahagia itu bersyukur. #NtMS Alhamdulillah, saya diberikan banyak keluarga, banyak rekanan, banyak kerabat, banyak sahabat, banyak teman, atau apalah istilahnya. Allah beri saya kehidupan yang menurut saya baik. Semua orang yang ada disekeliling saya adalah orang-orang baik. Entah apa alasannya? Yang jelas, saya bersyukur diberi kehidupan yang indah. Kehi...

Aku dan Tarbiyah

Jadi kali ini ceritanya lagi mengenang memori semasa SMK dulu, kira-kira 4 tahun lebih yang lalu kisah ini bermula. Sebut ini “TARBIYAH” yang secara bahasa kita kenal dengan “PEMBINAAN”. Diawali dari MOS (Masa Orientasi Siswa) SMK Telkom SPJ angkatan 16. Saya dapat kelompok “PASOPATI”, dan kelompok ini bertempat di kelas 1 tel 1 (yang ternyata juga jadi kelas pertama saya di SMK ini). Baiklah, harus diakui saat itu saya hanya manusia biasa, sangat biasa (looh, sekarang juga manusia biasa sih). Hhehee, maksudnya saat itu saya jauh sekali mengenal agama saya (islam), padahal keluarga saya keluarga muslim, dari kecil juga saya sudah ikut pengajian (tapi hanya sebatas membaca alquran), TK juga di TK muslim. Saat SD dan SMP saya akui saya begitu sedikit memahami islam dan mengamalkannya, bahkan shalat juga susah, harus sering kena marah orang tua, masih bolong-bolong, dan puasa ramadhan pun masih kadang dengan mudah berasalan untuk tidak puasa. Astaghfirullah, ampuni dosa saya di masa l...

Merajut Kata Memberi 1000 Makna Bercahaya

Hidup itu tak hanya sekedar untuk “AKU”, melainkan untuk “KITA”. Maka akan kita temukan beribu makna bercahaya. Dan bahagia adalah kepastian yang kan tergenggam. Begitulah islam mengajarkan kita, manakala hidup hanya dimaknai untuk “AKU” maka apa yang dimiliki dan apa yang di dapat hanya akan menjadi kesenangan sementara yang tak akan memberikan lebih dari apa yang diharapkan. Berbeda dengan jika hidup ini dimaknai untuk “KITA”, yaitu dengan memberi kepada mereka yang membutuhkan, berbagi atas apa yang dimiliki hingga bermanfaat bagi sesama, serta menghilangkan sifat keegoisan mementingkan diri sendiri. Maka kita akan dapatkan beribu makna kehidupan bercahaya. Apa itu makna hidup bercahaya? Makna hidup bercahaya, ialah ketika kita bisa merasakan kebahagiaan dalam hidup. Yaitu kebahagiaan yang tak hanya ada dalam waktu singkat, melainkan kebahagiaan abadi. Ketika kebahagiaan yang kita rasakan memberikan efek bahagia juga untuk orang-orang di sekitar kita. Ketika kebahagiaan it...

DFC

It’s just a little part of my past. Secuil cerita di masa SMK, tapi indah untuk di kenang. Kisah ku dan 3 orang sahabat ku. Dan cerita ini terjadi sekitar tahun 2007-2008. Aku dan tiga orang sahabat ku, satu kelas di jurusan Transmisi Telekomunikasi, di salah satu SMK Telekomunikasi di Jakarta. Tepatnya waktu itu kami duduk di kelas 1 tel 1. Adalah Danan, satu dari banyaaaak teman lelaki kami. *maklum, ini sekolah teknik, jadi siswa nya di dominasi oleh pria, bahkan satu kelas ku hanya ada 8 wanita*. Danan teman lelaki yang pintar, baik, ramah. Dengan satu chococip di pipi nya. Yaah, teman-teman menyebutnya choco, karena tai-lalat besar yang ada di pipinya. Hmmm, apa yah, mungkin karena ramah nya, dan wawasannya yang TOP. Saat itu aku dan tiga sahabat ku sampai rela buat grup yang kami sebut DFC (Danan Fans Club). Hhahaa, kalo di inget-inget kok yah aneh. Dan malu2in juga, sampe segitunya amat. Emang sih, satu dari kita ber-empat ada yang terpaksa ikutan aja. Tapi lucu ahh...

Sunset

Libur lebaran selama enam hari kemarin, meski hanya enam hari tapi alhamdulillah itu waktu liburan yang cukup lama untuk saya. Karena moment liburan seperti itu jarang sekali saya miliki. Biasanya harus kerja dari senin sampai jumat, lalu sabtu ada kegiatan mengaji dan kuliah, minggu nya jadwal kuliah full seharian. Jadi, kurang banget punya waktu liburan. Nah, berhubung moment lebaran, dari kantor dapat waktu libur enam hari, di tambah saat kemarin kuliah pun masih libur. Jadi liburan kali ini buat saya adalah liburan total. Hhehee, seneng kok, seneng banget bisa liburan dan waktu bersama keluarga jauh lebih banyak. Ok, lebaran meski harus sedikit kurang bahagia karena ga bisa ikutan shalat Ied. Tapi buat saya lebaran adalah hal yang paling saya suka. Karena saat lebaran dengan penuh kerendahan hati, setiap manusia saling memohon maaf dan memaafkan. Senyum tersebar dimana-mana. Dan semua umat muslim berbahagia pada saat itu. Hmm, biasanya yang banyak keluarga saat lebaran itu k...