Langsung ke konten utama

Postingan

Hujan Beraroma

Hujannya beraroma. Membuat jiwa enggan untuk beranjak dari peraduan. Tenang sekali. Membiarkan mata untuk tetap terpejam terus menjadi hal yang menggiurkan. Tapi ini pagi. Potongan hari paling menyenangkan. Ketika kita harus beranjak dan menagih janji-janji hari. Biarkan hujan mengiringi langkah kita. Dan menambah manis senyuman hari ini. Jangan lupa bersyuku. -int-

Life Traveler

Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Menemukan teman, sahabat, saudara. Mungkin juga cinta. Mereka-mereka yang memberikan ‘rumah’ itu untuk kita, apa pun bentuknya. Tapi yang paling menyenangkan dalam sebuah perjalanan adalah menemukan diri kita sendiri: sebuah rumah yang sesungguhnya. Yang membuat kita tak akan merasa asing meski berada di tempat asing sekalipun… … because travelers never think that they are foreigners. Life Traveler -  Windy Ariestanty sumber : https://www.goodreads.com/book/show/12698470-life-traveler?fb_action_ids=10205642204754552&fb_action_types=books.wants_to_read 

Wejangan Pak Ridwan Kamil

Wejangan Pak Ridwan Kamil --------------------- Cari suami itu jangan muluk-muluk, biar seru menikmati pernikahan.. ngerasain ngontrak.. ngerasain roller coaster kehidupan sambil nangis, ketawa, nangis lagi, ketawa lagi.. sambil saling berpelukan menguatkan.. *indah tauuukkk itu! ... Kalo ujug-ujug.. kalian mo cari suami yg muda, ganteng, sholeh, mapan, pinter.. Kalian butuh beberapa strategi dan kemungkinan.. Setidaknya ada 2 Fakta yg perlu kalian tau.. Pertama, Kalian butuh energi dan mental yg cukup kuat untuk memasuki persaingan maha ketat.. karena pria SINGLE jenis ini, pastilah amat sangat langka, dan peminatnya bisa saja berjumlah ribuan. Saingan kalian adalah wanita yg bisa jadi jauh lebih cantik, lebih muda, dan lebih oke Kedua, besar kemungkinan, pria jenis ini banyak.. tapi sudah jadi SUAMI ORANG.. Karena Pria-pria jenis ini, dibelakangnya sudah ada istri-istri hebat yg merawat dan membuat suaminya tampil mempesona. Kalo kalian ga punya nyali untuk jadi pe...

Menuntut ilmu karena Allah

Menuntut ilmu karena Allah adalah bukti ketundukan pada-Nya. Mempelajarinya dari seorang guru adalah ibadah. Melangkah menuju majelisnya adalah pembuka jalan surga. Duduk di tengah kajiannya adalah taman Firdaus. Membahasnya adalah bagian dari jihad. Mengajarkannya adalah tasbih. Menyampaikan kepada orang yang tidak tahu adalah shadaqah. Mencurahkannya kepada orang yang berhak menerimanya adalah qirbah. -Mu'adz ibn Jabal Radhiyallahu 'Anhu- *dikutip dari Buku Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A Fillah*

Ini Desa!

Belum pernah sekalipun hati ku mengingkarinya.  Bahwa harap untuk kelak dapat tinggal di tempat seperti ini.  Bukan Kota!  Tapi tempat yang tak dekat dengan keramaian, kebisingan, jerih & duka didalamnya, bahkan dusta dibalik senyum dan tawa. Ini Desa! -int-

Lelah

Tentang lelah yang tak beralasan.  Entah aku memahaminya atau belum.  Yang aku rasakan saat ini adalah lelah.  Lelah pada dunia yang sempurna mampu menawarkan jutaan keindahannya.  Terkadang membuaikan setiap jiwa untuk terlarut sampai lupa pada Penciptanya.  Namun tak sedikit juga yang masih mampu untuk sadar, bahwa dunia adalah tempat singgah, sebentar,  Dan dunia bukanlah tempat hidup yang terkahir melainkan tempat mengumpulan bekal untuk kehidupan yang sesungguhnya setelahnya. Lelah, pada dunia yang semakin terlihat begitu banyak kepalsuan dari jiwa-jiwa yang tersesat. Tersenyum padahal sebenarnya menikam. Biarlah, lelah ini tetap bersemayam, sambil perlahan mencari pemahaman yang sebenarnya. -int-

Menerima Segala KetetapanNya

Kalau kemarin kau belajar bahwa ikhlas adalah dimana kamu mengabaikan penilaian baik/buruk dari manusia, dan berusaha fokus pada satu niat serta tujuan yaitu Allah. Maka hari ini kau belajar bahwa ikhlas juga tentang bagaimana kau mampu menerima segala ketetapanNya dari terbuka sampai terpejamnya mata, kemudian mengolahnya menjadi syukur dan sabar.  Iya, menerima segala ketetapanNya adalah dimana tidak ada lagi keluh atas apapun yang kita dapatkan. Menerimanya dengan ikhlas dan berfikir positif atas segala rencanaNya. Termasuk tidak mengeluh atau update status di dunia maya dengan apa yang tengah terjadi pada kita. Karena bahagia itu dekat, ada pada hati yang bersyukur :) -int-

Hujan Tak Pernah Salah

Jangan salahkan hujan, karena hujan tak pernah salah.  Hujan hanya menjadi sebaik-baik ciptaanNya, tunduk dalam taqwa atas perintahNya. Tak seperti kita manusia, yang diciptakan dalam sebaik-baik ciptaan dengan keistimewaan akal, namun apa?  Lebih banyak mengabaikan dan melalaikan perintahNya.  Menghujat atas apa yang terjadi bahwa ini bentuk ketidak-adilan.  Padahal?  Siapa yang sebenarnya salah? Apa banjir karena hujan? Bukan!  Tapi kita yang merusak lingkungan. Hujan selamanya menjadi hujan, turun atas perintahNya, membawa keberkahanNya untuk makhluk ciptaanNya yang lain.  _Inspirasi di perjalanan Mabit ke Masjid BI bersama Irna_ -int-

Takut akan Kematian

Ada yang mengatakan bahwa kematian hanya sebuah pintu masuk ke ruang ujian dan Malaikat Izrail hanya penjemput dan pengantar kita ke ruang ujian. Masih ada soal ujian yang harus dikerjakan dibawah pengawasan Malaikat Munkar dan Nakir. Maka pelajaran nya adalah, tauhid diucapkan tak sekedar dari tenggorokan.  Tapi tancapkan dalam hati.  Kemudian buktikan keyakinan tersebut dengan amalan2.  Dan seharusnya, ketika kita sudah meyakini itu, tak lagi ada rasa takut akan kematian. *noted -BA-

JAM KERJA ORGAN TUBUH MANUSIA

Copast dari Prof. dr. Soeharsoyo SpAk LAMBUNG, jam 07:00 - 09:00 daya kerja lambung sedang kuat2nya. Dianjurkan utk sarapan yg bergizi tinggi pada jam ini.  JANTUNG, jam 11:00 - 13:00, *hindari panas berlebih dan olah fisik*, terutama bagian yg ada keluhan di pembuluh darah.  HATI / LIVER, jam 13:00 - 15:00, kondisi liver sedang lemah, dgn istirahat sejenak akan terjadi proses regenerasi sel2 hati. PARU-PARU, jam 15:00 - 17:00, paru paru sedang lemah, istirahat dan nafas dgn teratur utk mengembalikan energi paru paru. GINJAL, jam 17:00 -19:00, ginjal dalam kondisi kuat, terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan sel otak. Ini jam terbaik utk belajar. LAMBUNG, jam 19:00 - 21:00, lambung sedang lemah. Diusahakan jangan mengkonsumsi makanan padat yg sulit dicerna, atau lebih baik berhenti makan. LIMPA, jam 21:00 23:00, Limpa dalam kondisi lemah, terjadi proses pembuangan racun tubuh dan regenerasi sel limpa. Jika wajah menjadi agak puca...

Semester Akhir

Kegagalan di semester ini tidak boleh terulang lagi di semester berikutnya. Iya, semester akhir! Selamat datang semester akhir. Dan selamat tinggal semester tujuh :) Perjuangan di dunia kampus sudah ku awali sejak Maret 2011 lalu, mungkin orang mengatakan bahwa aku lulus telat dari yang lain. Gpp. Karena bagi ku setiap diri kita memiliki jalan hidup masing-masing. Toh, kesuksesan dunia bukan tolak ukur seseorang itu bahagia di akhirat! Karena sejatinya kesuksesan baru akan kita ketahui kalau kita bisa berbahagia di akhirat, bukannya sengsara. *noted Baiklah, diluar itu semua memang kuliah ku selesai tidak dalam waktu normal seperti orang-orang. Mungkin awal 2011 sampai akhir desember bukanlah waktu yang sedikit. Setidaknya, hal yang membuat ku percaya diri adalah apa yang aku kerjakan dimasa kuliah memang murni hasil perjuangan ku sendiri. Ga nyontek sama sekali dong :p Jadi, berapapun IP nya, yaa itu lah hasil perjuangan ku. Dan perlu dicatat lagi ya Intan, bahwa penilaian ...

Agar Cintamu Tidak Bertepuk Sebelah Tangan

-Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah- Akhi ukhti... Adakah orang yang paling kau cintai di muka bumi ini? Aku tak butuh dengan jawabanmu, karena aku sama denganmu, sebagai Makhluk Allah yang dilahirkan membawa cinta Tapi yang ingin kutanyakan, apakah cintamu bertepuk sebelah tangan? Sehingga kau hanya ibarat pungguk merindukan rembulan... Kau senantiasa membicarakan kekasihmu Membayangkan kehadiran dan perhatiannya Menggambarkan keindahan hidup di bawah naungannya membicarakan dan menceritakannya Tapi semua hanya khayalan belaka yang tidak pernah ada dalam wujud nyata... Karena kau memang tidak pantas dikasihi Kau tidak layak dicintai Kau hanya hanya pandai bermanis lidah, berhias bibir Tingkahmu selalu menoreh luka Langkahmu di luar jalur yang digariskannya Perbuatanmu senantiasa menimbulkan amarah Maka mana mungkin gayung bersambut... Bila dirimu menginginkan cintamu tak bertepuk sebelah tangan... Maka duduklah sejenak, merenunglah di depan cermin, l...

Bertanya

aku hanya ingin bertanya, apa arti semua ini? di depan ku seseorang menyapa hangat dengan senyuman termanisnya, di depan ku seseorang memberi ku sikap terbaiknya, tapi aku tetap ingin bertanya tentang ini. aku tak faham dan aku belum menemukan alasannya. yang jauh ada di sebrang sana, masih mampu mengalihkan pandangan ku, yang jauh ada di sebrang sana, tetap diam pada posisinya. terkadang sesekali aku mampu melihat senyumnya, sesekali aku melihat langkahnya mendekat, seolah datang kepada ku. aku masih bertanya, sebenarnya ini apa? sosok baik di sebrang sana tak pernah menyampaikannya. sedangkan seseorang di depan sini, masih terus melanjutkan usaha terbaiknya, yang aku mengerti maksudnya. entah,, apa jawaban dari tanya ku harus terus ku cari? dan sampai saat ini pun, benak ku masih tetap bertanya. bertanya tentang dia dan tentang nya. #sajak -int-

Ramadhan atau Kita yang Pergi?

Berakhir sudah satu bulan penuh Ramadhan tahun ini, 2014 atau 1435 H. Senang? Atau Sedih? Itu semua dua perasaan yang mungkin hadir pada setiap kita. Akan ada banyak alasan yang dapat kita utarakan.   Aku senang, karena artinya banyak senyuman hadir di bulan Syawal. Banyak maaf terucap dan terterima. Silaturahim pun di jalin meski harus menempuh lelah menuju kampung halaman. Dan saat itu tak di temui kecuali mereka yang berbahagia, serta jauh dari kata lapar. Dimana setiap kita sumringah akan kemenangan yang di dapat. Bukan berarti ini semua tak kita temui di bulan Ramadhan.   Aku sedih, karena artinya ramadhan telah pergi, entah akan ada kesempatan berikutnya atau tidak untuk kita bertemu dengannya. Ketika taqwa akan terasa begitu berat. Ketika aurat mulai bebas kembali di tampilkan, ketika nilai-nilai agama ini mulai redup dijalankan. Ketika al qur-an harus kembali tersimpan di lemari. Meski ini tak berarti untuk seluruh umat muslim. Karena aku percaya, ma...

Edisi Ramadhan [Indosat]

Assalamu'alaikum yaa ukhti, yaa akhi.   Apa kabar mu hari ini? Bagaimana kabar Ramadhan mu? Semoga kita semua dalam kondisi baik dan ada dalam dekapan kasih sayang serta ridho Illahi. aamiin   Sedikit ingin bercerita mengenai bulan Ramadhan. Saya rasa semua umat muslim mengenal bulan ini, bahkan kaum non muslim bisa jadi mayoritas tau mengenai bulan penuh barokah ini. Iya, kemarin ustadz dalam kajian Dzuhur Ramadhan mengatakan bahwa di Bulan Ramadhan setiap detiknya ada berkah. in syaa Allah. Kenapa tidak? Di bulan ini syetan-syetan dibelenggu, dosa-dosa diampuni, beribadah di balas berkali lipat dari pahala ibadah di bulan lain, puasa kita langsung mendapat balasan dari Allah, serta masih banyak lagi keberkahan di Bulan Ramadhan ini.   Mari bersama kita coba fahami hadits dan firman Allah berikut ini, kemudian kita coba untuk amalkan agar kita menjadi hamba yang bisa di sayang serta mendapatkan keridhoanNya, :   “Barangsiapa yang ...

Surga atau Neraka? Itu Pilihan!

Yang indah tak hanya ada di dunia, tapi ada surga yang menawarkan berjuta pesona keindahannya. Yang membahagiakan tak sekedar tertawa atau menjadi manusia kaya, bertahta dan memiliki wanita, tapi ada surga yang menjanjikan bidadari dan segalanya ada. Karena memang surga itu manis, meski jalan menuju kesana terjal, terkadang terasa pahit, bahkan tak jarang liku-liku jalannya membuat penempuhnya terasa berat. Bukan sekedar satu atau dua dosa kita, bukan juga karena jutaan atau milyaran pahala, yang kan mampu mengantarkan kita ke sana (surga). Karena surga hanya di peruntukan bagi mereka yang menancapkan dalam dada mereka keyakinan tentang nya (surga) dan penciptaNya, kemudian mereka melisankan dengan ucapan, dan mengamalkan keyakinan mereka dalam tindak taqwa akan setiap perintah Tuhan.   Dalam firmanNya, Allah jelas menegaskan siapa saja penghuni surga kelak : Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutu...

Sajak tentang Cinta

Benih nya tertanam, dalam, di palung hati. Perlahan tumbuh hingga kian membesar di hati. Akarnya menjalar, terus menyebar ke setiap pembuluh. Hingga mampu menggerakan setiap bagian dari tubuh. Tangan yang bekerja dalam kebaikan, Kaki yang melangkah semakin kuat, Mulut yang menguntai kalimat santun, Mata yang mampu melihat keindahan, Serta telinga yang menangkap kalimat penuh makna. Getarannya menggelorakan. Berdegub penuh semangat, bak genderang yang memacu jiwa, Yang membuat diri siap menghadang setiap rintangan yang datang. Serta percaya kemenangan akan didapat jika langkah tetap dalam taat. Apa, ini cinta? Ku rasa iya. Alunan nya merdu, mengajak diri mampu mengolah rindu. Tumbuhnya beriringan dengan tindak taqwa kepada penciptaNya. Pesonanya pun tak sekedar menyilaukan mata, tapi bercahaya indah, umpama rembulan yang menerangi gelapnya malam. Apa, ini cinta? Ku rasa iya. -int-

Izinkan aku hidup (sekali lagi)

Aku tau kemarin adalah masa lalu, Aku tau bahwa hari ini tengah terjadi, Dan aku tau, bahwa besok adalah harapan, Seperti baru kemarin aku terlahir di dunia ini, Belajar menguatkan kaki untuk dapat berjalan dan berlari, Meski harus tertatih di awal, Ahh, tak hanya di awal, sampai kini pun sejatinya aku masih tertatih dalam melangkah, Seperti baru tadi pagi aku datang ke dunia ini, Mencoba membuka mata lebih lebar, Agar dapat melihat dunia dan seisinya, Dan itu semua takkan pernah terjadi tanpa kehendak dan izinNya. Baiklah, nyatanya waktu terus berjalan, Sadar atau tak sadar, Mau atau tak mau, Kematian itu sebuah kepastian. Sampai langkah terasa lelah, Sampai pandangan jadi meredup, Sampai akhirnya jantung tak mau lagi berdegub, Dan [lagi] itu semua hanya terjadi atas kehendakNya. Meski kita tak pernah tau kapan waktu itu datang, Meski kita tak pernah tau dimana tempat kita berakhir, Meski kita tak pernah tau sedang apa diri ini saat Izrail...

Pendakian pertama (Gn. Gede)

Setelah liburan ke Pulau Kelapa, beberapa minggu berikutnya saya mendapat kesempatan untuk merasakan yang namanya "Nanjak" a.k.a Naik Gunung. Hhahahaa.. Jadi ceritanya berawal dari rencana liburan kuliah karena kakak kelas kita mau wisuda. Yaa, 11-12 Maret beberapa teman-teman elektro18 merencanakan berlibur ke Gunung Papandayan. Satu per satu, dari persiapan pribadi sampai persiapan tim kami siapkan. Sibuk koordinasi ini itu. Taraaa, ternyata H-1 acara ke Papandayan dibatalkan. Heuheuheu, sedih sempet. Dan cari-cari pengganti teman yang jadi guide. Maklum, dari 6 orang hanya 1 yang pernah mendaki dan pernah kesana. Dan ternyata karena pekerjaan di kantornya, Mas Danang berhalangan ikut ke Papandayan. Dan sampai sore kami pun tidak mendapatkan guide. Terlalu berani untuk tetap melanjutkan kesana tanpa pendamping yang berpengalaman. Hingga akhirnya, Febri mendapat rombongan dari Abangnya, Bang Dedi. Dan saya beserta Febri bisa ikut mereke. Tapi bukan ke Papandayan, me...